Tingkat pengangguran terbuka di Kota Cirebon menunjukkan tren positif pada 2024.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran turun menjadi 6,29 persen.
Sebelumnya, pada tahun 2023, tingkat pengangguran tercatat sebesar 7,66 persen.
Penurunan ini menjadi sinyal membaiknya kondisi ketenagakerjaan di Kota Udang.
Kepala BPS Kota Cirebon, Aris Budiyanto, menjelaskan bahwa dari total 182.623 angkatan kerja, sekitar 11.486 orang masih menganggur.
Namun, secara keseluruhan, ia menilai tren ini cukup menggembirakan.
“Mayoritas masyarakat Cirebon bekerja di sektor jasa dan perdagangan, sehingga tidak terlalu terdampak isu PHK massal seperti di kota industri lainnya,” ujar Aris, dikutip dari Arah Pantura, Kamis (24/4/2025).
Menurut Aris, perkembangan infrastruktur transportasi turut membuka peluang kerja baru.
Adanya stasiun kereta api, pertumbuhan coffee shop, dan layanan daring mendorong terciptanya banyak lapangan kerja informal.
“Cirebon ini pusat jasa dan perdagangan se-Ciayumajakuning. Banyak warga yang sebelumnya sulit mendapat pekerjaan, kini bisa terserap, terutama di sektor informal seperti ojek online dan layanan pesan antar,” tambahnya.
Upaya mengurangi pengangguran tak hanya bergantung pada sektor swasta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman, mengatakan pihaknya aktif membangun kemitraan dengan pelaku usaha.
“Kami akan membentuk bursa kerja di tingkat SMK agar lulusan bisa langsung terserap pasar kerja. Ini bagian dari sinergi kami dengan dunia usaha,” ungkap Agus.
Dengan kombinasi infrastruktur yang berkembang, pertumbuhan sektor jasa, dan dukungan pemerintah daerah, Kota Cirebon optimistis bisa terus menekan angka pengangguran ke depannya.
