Majalengka – Dunia pendidikan terus berevolusi, dan Politeknik Siber Cerdika Internasional jadi salah satu kampus vokasi yang berani menjawab tantangan zaman. Melalui metode project-based learning (PBL), mahasiswa tak hanya belajar teori tapi langsung praktek bikin bisnis beneran.
Kali ini, mereka bikin usaha tour & travel dari nol, lengkap dengan branding, strategi digital, dan pelayanan pelanggan. Kegiatan ini digelar di Hotel Fitra, Majalengka, dan jadi salah satu bentuk nyata pembelajaran langsung dari industri pariwisata.
Menurut dosen pembimbing mata kuliah Business Development, Muhammad Khoirul Umam, M.M, pendekatan ini dibuat supaya mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja dan wirausaha.
“Kita ingin mereka belajar langsung di lapangan, bukan cuma hafalan. Proyek ini jadi bukti bahwa mahasiswa bisa kolaborasi, berpikir strategis, dan belajar melayani pelanggan secara real,” ujar Umam.
Lihat Lebih Lanjut: Jasa Terjemahan Jurnal Profesional dan Akurat

Selama program berlangsung, mahasiswa dibagi dalam beberapa tim. Mereka menjalankan bisnis seolah-olah beneran punya startup travel. Beberapa hal yang mereka kerjakan meliputi:
Riset dan survei destinasi wisata di wilayah Majalengka dan sekitarnya,
Penyusunan itinerary yang menarik dan realistis,
Strategi pemasaran digital berbasis media sosial,
Hingga simulasi langsung cara menghadapi pelanggan.
Salah satu mahasiswa peserta, Fadhilah Ramadhani, bilang bahwa pengalaman ini sangat membuka wawasan.
“Ternyata susah juga ya bikin usaha wisata. Kita belajar bikin paket wisata, ngitung biaya, sampai jualan lewat Instagram dan TikTok. Tapi seru banget,” ungkapnya, dikutip dari tim Humas Poltek SCI.
Program tour & travel ini bukan kali pertama PBL diterapkan di Poltek Cerdika. Kampus yang dikenal fokus pada dunia digital ini memang punya misi menyiapkan lulusan yang kreatif, adaptif, dan siap nyemplung ke dunia kerja. Apalagi di era di mana skill praktis lebih dihargai ketimbang teori semata.
Pendekatan learning by doing seperti ini juga jadi nilai tambah buat mahasiswa yang pengen nyoba jadi founder startup sejak dini.
Lewat simulasi bisnis ini, mereka juga diajarkan soal leadership, problem-solving, dan kerja tim — semua hal yang dibutuhkan di industri nyata.
Program ini jadi bukti bahwa pendidikan vokasi bukan cuma soal magang atau kerja praktik, tapi bisa dibawa ke level lebih tinggi: belajar bikin bisnis langsung di lapangan.