ThisCirebon – Insiden perusakan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon yang terjadi pada Sabtu (30/8) saat aksi unjuk rasa, mendapat sorotan serius dari Bupati Cirebon, Imron. Ia menyayangkan tindakan anarkis sekelompok massa yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas negara.
Menurut Imron, hasil peninjauan menunjukkan bahwa kerusakan hanya terpusat pada Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, sementara kantor dinas lain di sekitarnya tetap aman.
“Yang rusak itu terfokus di DPRD. Di dinas-dinas lain tidak ada kerusakan, semuanya aman,” kata Imron di Cirebon, Senin.

Ia menekankan, pemerintah daerah selalu siap menampung aspirasi warga. Namun, ia menilai penyampaian aspirasi melalui tindakan merusak seperti perusakan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon tidak bisa dibenarkan.
Demonstrasi, lanjutnya, merupakan hak masyarakat yang dijamin, tetapi harus dijalankan dengan tertib tanpa merusak aset daerah.
“Kami pemerintah itu selalu welcome. Mari duduk bersama, berdiskusi, membicarakan keluhan dengan baik. Jangan sampai ada aksi anarkis yang justru merugikan kita semua,” ujarnya.
Imron mengingatkan bahwa kerusakan akibat ulah perusuh tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga pada keuangan daerah. Anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan lain harus dialihkan untuk memperbaiki kerusakan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.
“Dana untuk memperbaiki kerusakan itu pasti mengurangi alokasi di sektor lain, seperti perbaikan jalan atau program pembangunan yang sudah disusun,” katanya.
Saat ini, nilai kerugian dari perusakan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon masih dalam proses perhitungan oleh pihak berwenang. Hasil kajian akan menentukan berapa besar anggaran yang harus dialihkan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar mengutamakan dialog di tingkat daerah. Menurutnya, aspirasi bisa disampaikan melalui DPRD atau pemerintah daerah tanpa harus membawa isu ke Jakarta yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
“Di sini ada DPRD, ada eksekutif daerah, semua bisa dibicarakan baik-baik. Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta,” katanya.
Sebagai penutup, Imron mengimbau warga agar selalu menjaga ketertiban dan menyuarakan aspirasi dengan cara yang konstruktif. Ia menegaskan, perusakan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.
“Kami berharap demo itu benar-benar dilakukan untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk anarkis, apalagi merusak. Mari bersama menjaga ketertiban dan membangun Cirebon dengan baik,” tutur Imron.
