ThisCirebon – Kelompok 49 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) resmi menuntaskan pengabdian di Desa Kalianyar, Kecamatan Panguragan, pada 20 Agustus 2025. Selama 40 hari, sebanyak 15 mahasiswa menjalankan berbagai program dengan tema “Pelestarian Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas”.
Periode pelaksanaan yang berlangsung sejak 12 Juli hingga 20 Agustus 2025 ini menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini, pemanfaatan lahan dengan tanaman obat keluarga (TOGA) serta biopori, hingga pemasangan plang edukasi di titik rawan sampah.

Program pertama menyasar siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN 49 UIN SSC memberikan pemahaman kepada murid SDN 1 dan SDN 2 Kalianyar mengenai pentingnya memilah sampah.
Metode belajar kreatif digunakan, mulai dari Mindmap untuk memperjelas konsep hingga Smart Box sebagai media permainan edukatif.
Tak berhenti di teori, para siswa juga diajak langsung melakukan praktik pemilahan sampah dan aksi bersih-bersih di sekolah.
“Kami ingin menanamkan kesadaran dan kebiasaan baik kepada anak-anak sedini mungkin. Mereka adalah agen perubahan untuk lingkungan yang lebih bersih di masa depan,” ujar Mohamad Ali Hasan, Ketua Kelompok 49 KKN UIN SSC dikutip dari sini.

Program kedua berfokus pada pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif. Mahasiswa menanam berbagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti jahe, daun salam, lengkuas, kumis kucing, hingga binahong di area Polindes belakang Balai Desa.
Selain itu, dibuat pula lubang biopori yang memiliki fungsi ganda: membantu resapan air sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.
Para mahasiswa juga memperlihatkan cara membuat pot vertikal dari limbah galon air mineral, sebagai bentuk nyata penerapan konsep daur ulang.

Program ketiga adalah pemasangan tujuh plang peringatan dan satu plang himbauan di titik-titik strategis yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
Desain plang yang menarik dan komunikatif diharapkan bisa menjadi pengingat visual sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Acara penutupan pada 20 Agustus 2025 ditandai dengan serah terima simbolis program serta pemutaran video dokumenter perjalanan KKN. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H. Bisri, S.Ag., M.Fil.I., menyampaikan penghargaan kepada para mahasiswa.
“Mahasiswa KKN 49 adalah kelompok yang beruntung dan dapat disebut sebagai mahasiswa pilihan. Mereka mendapatkan lokasi yang ideal di Desa Kalianyar, di mana masyarakatnya sangat terbuka dan perangkat desanya begitu welcome dalam menerima dan mendukung setiap program kerja,” ujarnya.
Beliau juga berharap inisiatif yang sudah dijalankan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Kepala Desa Kalianyar, Abdul Nasir, S.Sos., turut memberikan apresiasi. Ia menyebut keberadaan mahasiswa membawa dampak positif.
“Dengan adanya mahasiswa KKN, desa kami makin hidup, ramai, dan makmur dengan adanya kegiatan KKN, baik itu dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah maupun kegiatan lainnya. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Berakhirnya kegiatan KKN 49 UIN SSC tidak hanya meninggalkan hasil fisik berupa taman TOGA atau plang peringatan, melainkan juga warisan tak ternilai: tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta semangat gotong royong yang semakin kuat di Desa Kalianyar.
