Kemah Budaya Sigarda Hadirkan Harmoni Tionghoa-Islam Cirebon Lewat Edisi Keempat

Kemah Budaya Sigarda Hadirkan Harmoni Tionghoa-Islam Cirebon Lewat Edisi Keempat
Comming Soon

ThisCirebon – Komunitas Sigarda kembali menggelar agenda tahunan Kemah Budaya Sigarda yang kini memasuki edisi keempat. Kegiatan berlangsung pada 1–2 November 2025 di wilayah Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat. Dengan mengusung tema “Merajut Harmoni Budaya Tionghoa dan Islam Masyarakat Cirebon”, acara ini bukan hanya wisata budaya, melainkan juga ruang edukasi untuk belajar kebersamaan dan menyelami nilai akulturasi.

Ketua panitia, Ika Dewi Retno Sari, menegaskan alasan pemilihan Cirebon sebagai lokasi utama karena sejarah panjangnya sebagai titik temu berbagai budaya.

“Kota Cirebon merupakan titik temu perdagangan dan budaya, termasuk Tionghoa dan Islam. Jejak harmoninya bisa kita lihat dari arsitektur, tradisi, hingga kehidupan sosial masyarakatnya. Lewat kegiatan ini, kami ingin peserta melihat langsung bagaimana harmoni itu masih hidup sampai sekarang,” jelas Ika Dewi.

Hal serupa juga disampaikan Pippo Agosto selaku penggerak Sigarda. Baginya, Kemah Budaya Sigarda memiliki misi lebih dari sekadar wisata.

“Kami ingin anak muda maupun masyarakat umum belajar langsung dari situs-situs budaya, tokoh, dan narasumber kompeten. Dengan begitu, nilai-nilai keberagaman bisa dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Selama dua hari kegiatan, peserta diajak mengunjungi berbagai destinasi budaya dan alam, mulai dari Taman Nasional Gunung Ciremai, Kampung dan Klenteng Jamblang, Masjid Merah Panjunan, hingga Klenteng Talang.

Selain wisata sejarah dan religi, kuliner khas Cirebon juga menjadi bagian dari pengalaman. Peserta kemudian bermalam di Bukem Ipukan Kuningan, serta mengikuti sarasehan budaya bersama narasumber. Pertunjukan pencak silat dari siswa MAN 1 Kuningan turut memberi warna pada acara ini.

Fasilitas seperti tenda, konsumsi, transportasi lokal, hingga sertifikat partisipasi disiapkan oleh panitia demi kenyamanan peserta.

Melalui Kemah Budaya Sigarda 4, diharapkan terjalin ikatan yang lebih erat lintas budaya dan generasi. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber, peserta dapat berdialog langsung tentang sejarah serta nilai-nilai Harmoni Tionghoa-Islam Cirebon yang sudah mengakar sejak lama.

Ika Dewi menutup dengan harapan agar kegiatan ini memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat menjadi agen harmoni di lingkungannya masing-masing. Budaya bisa menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan bangsa,” pungkasnya.

Saluran WhatsApp This Cirebon
Saluran WhatsApp This Cirebon

Comming Soon
You might also like
Tambun Kuningan, Tempat Nongkrong dengan View Ciremai

Tambun Kuningan, Tempat Nongkrong dengan View Ciremai

Jasa Terjemahan Jurnal Profesional dan Akurat

Jasa Terjemahan Jurnal Profesional dan Akurat

Kampus No 1 di Jawa Barat Versi Ranking Terbaru

Kampus No 1 di Jawa Barat Versi Ranking Terbaru

Judul Proposal yang Tepat dan Mudah Dipahami

Judul Proposal yang Tepat dan Mudah Dipahami

Template Jurnal Sinta 4 Panduan Lengkap untuk Penulis

Template Jurnal Sinta 4 Panduan Lengkap untuk Penulis

Proposal Skripsi Panduan Awal Mahasiswa Tingkat Akhir

Proposal Skripsi Panduan Awal Mahasiswa Tingkat Akhir