Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon Naik 40 Persen, Festival Seni Siap Dongkrak Pariwisata

Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon Naik 40 Persen, Festival Seni Siap Dongkrak Pariwisata
Comming Soon

ThisCirebon – Sektor pariwisata Kota Cirebon menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Cirebon periode Januari hingga September 2025 tercatat mencapai 2,27 juta perjalanan. Angka ini naik signifikan sebesar 40,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya mencapai 1,62 juta perjalanan.

Plt Kepala BPS Kota Cirebon, Ujang Mauludin, menjelaskan bahwa mayoritas wisatawan domestik yang berkunjung ke Cirebon masih didominasi oleh warga dari wilayah sekitar.

“Pelancong pada September 2025 dengan tujuan perjalanan ke Kota Cirebon didominasi dari wisnus dari Kabupaten Cirebon sebesar 51,18 persen, wisnus provinsi lain sebesar 17,35 persen, wisnus dari Kabupaten Indramayu sebesar 6,79 persen, Kabupaten Kuningan sebesar 5,24 persen, Kabupaten Majalengka sebesar 3,48 persen; dan Kota Bandung sebesar 2,76 persen,” tutur Ujang, dikutip dari BPS Kota Cirebon.

Ia menambahkan, meskipun jumlah kunjungan mengalami peningkatan signifikan, tren kunjungan wisatawan selama sembilan bulan pertama tahun 2025 masih menunjukkan fluktuasi.

“Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang periode Januari–September 2025 ke Kota Cirebon cukup fluktuatif,” ujarnya.

Puncak kunjungan terjadi pada April 2025, mencapai 297,74 ribu perjalanan, sedangkan angka terendah tercatat pada Maret 2025 sebanyak 222,34 ribu perjalanan.

Tingkat Hunian Hotel Turun, Wisatawan Masih Singgah Singkat

Berdasarkan data BPS, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel gabungan bintang dan nonbintang di Kota Cirebon pada September 2025 mencapai 38,47 persen.

“Angka ini mengalami penurunan sebesar 8,58 poin dibandingkan September 2024,” tutur Ujang, dikutip dari BPS Kota Cirebon.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel bintang dan nonbintang tercatat 1,28 hari, atau turun 0,06 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sedangkan RLMT asing di Kota Cirebon pada September 2025 mencapai 2,74 hari. RLMT Indonesia mencapai 1,26 hari,” lanjut Ujang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengakui bahwa mayoritas wisatawan masih memilih untuk tidak menginap terlalu lama di Kota Udang.

“Kami terus berupaya untuk menambah lama waktu menginap wisatawan di Kota Cirebon,” tutur Agus.

Menurutnya, semakin lama wisatawan menginap, semakin besar dampak ekonomi yang dirasakan oleh sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.

Event Pariwisata Ditingkatkan ke Skala Nasional

Agar wisatawan lebih lama tinggal, Disbudpar Kota Cirebon menyiapkan serangkaian event budaya dan seni berskala besar.

“Agenda yang sebelumnya berskala lokal kini diarahkan untuk naik level ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Agus.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Pesisiran (Nadran) yang telah sukses digelar beberapa waktu lalu. Acara ini menggabungkan kegiatan tradisi masyarakat pesisir Cirebon dengan kemasan festival yang lebih modern.

Selanjutnya, pada November 2025, pemerintah daerah akan menyelenggarakan Festival Seni Media yang digelar di kawasan pelabuhan pada 14–26 November 2025.

Festival ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, dan akan menampilkan beragam genre seni, mulai dari pertunjukan teater, seni lukis, hingga instalasi multimedia.

“Festival Seni Media menjadi ruang bagi seniman dan komunitas kreatif Cirebon untuk menampilkan karya lintas disiplin dalam format pertunjukan yang lebih modern,” jelas Agus.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan lama tinggal wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Cirebon sebagai kota budaya dan destinasi wisata unggulan Jawa Barat.

Ikuti Saluran WhatsApp This Cirebon agar kamu #LebihTahuCirebon

Comming Soon
You might also like
Solusi Cari Kado Mewah Tapi Ramah di Kantong Hanya di Bucket Cirebon by Dinda

Solusi Cari Kado Mewah Tapi Ramah di Kantong Hanya di Bucket Cirebon by Dinda

Harga Cabai di Cirebon Turun, Cabai Rawit Merah Kini Rp61 Ribu per Kilogram

Harga Cabai di Cirebon Turun, Cabai Rawit Merah Kini Rp61 Ribu per Kilogram

Harjamukti Jadi Kecamatan dengan Penduduk Terbanyak di Kota Cirebon, Capai 132 Ribu Jiwa

Harjamukti Jadi Kecamatan dengan Penduduk Terbanyak di Kota Cirebon, Capai 132 Ribu Jiwa

10 Wilayah Terpanas di Jawa Barat, Cirebon Masuk Daftar dengan Ketinggian Terendah

10 Wilayah Terpanas di Jawa Barat, Cirebon Masuk Daftar dengan Ketinggian Terendah

Pesona Allika Al-Arsyahbani, Eks Duta Humas Polres Sumedang dan Fans Liverpool

Pesona Allika Al-Arsyahbani, Eks Duta Humas Polres Sumedang dan Fans Liverpool

Arti When Ya Bahasa Gaul, Kenapa Sering Dipakai di Media Sosial?

Arti When Ya Bahasa Gaul, Kenapa Sering Dipakai di Media Sosial?

Artikel Popular
Profil dan Biodata April DA7, Peserta D’Academy 7 Termuda Asal Cirebon
Pantau Lalu Lintas Real Time di CCTV ATCS Cirebon
Apa Arti “Beli” di Cirebon?
UMR Cirebon 2025 Resmi Naik! Ini Besarannya dan Dampaknya bagi Pekerja
Arti Beli di Cirebon yang Sering Kamu Dengar
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Athara Maskot Kota Cirebon
LSP Talenta Gemilang untuk pendaftaran Sertifikasi HR
Sertifikasi Profesi HR Berlisensi BNSP
Kanal Pengaduan Kejadian Bencana
Ciri-ciri Rokok Ilegar