ThisCirebon – Di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri, sebuah fenomena baru mulai terlihat di berbagai daerah. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kini muncul sebagai simbol pelayanan cepat, responsif, dan tanpa pungutan biaya.
Peran Damkar pun tidak lagi terbatas pada pemadaman api. Dalam sejumlah kejadian, petugas kerap diminta membantu membuka pintu rumah yang terkunci, menurunkan kucing yang terjebak di atap, hingga menangani berbagai kondisi darurat ringan lainnya. Setiap laporan ditangani dengan cepat, tuntas, dan tanpa membebani warga dengan biaya tambahan.
Fenomena tersebut sejalan dengan pernyataan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, yang mengakui bahwa sebagian masyarakat kini lebih memilih menghubungi Damkar ketika membutuhkan penanganan cepat dibandingkan melapor melalui layanan kepolisian.
“Saat ini masyarakat lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke Damkar, karena Damkar quick response-nya cepat,” ujar Dedi dikutip dari cirebon.tribunnews.com.
Ia menilai, kecenderungan itu tidak lepas dari lambatnya kecepatan respons Polri, terutama di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Padahal, standar internasional menuntut waktu tanggap berada di bawah 10 menit.
“Quick response time standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit. Ini juga harus kami perbaiki,” ucapnya.
Lambatnya penanganan membuat sebagian warga beralih mencari instansi lain yang dianggap lebih sigap, termasuk Damkar. Karena itu, Polri kini memprioritaskan perbaikan sistem pelaporan, terutama melalui layanan aduan 110.
“Dengan perubahan optimalisasi 110, harapan kami setiap pengaduan masyarakat bisa direspons di bawah 10 menit,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan publik menjadi fokus utama Polri.
“Pelayanan publik ini juga hal yang paling pokok, fundamental. Wajah kepolisian sangat dipengaruhi oleh pelayanan publik,” katanya.