This Cirebon — Tim keamanan Imunify360 mengumumkan ditemukannya celah keamanan serius pada komponen AI-Bolit, yang merupakan bagian dari sistem pemindai malware mereka. Kerentanan ini berpotensi memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya dan meningkatkan hak akses hingga level tertinggi pada server yang terdampak.
Celah keamanan ditemukan pada mekanisme deobfuscation AI-Bolit, yaitu proses analisis kode yang disamarkan. Kesalahan dalam logika pemrosesan memungkinkan data berbahaya dieksekusi saat proses pemindaian berlangsung. Dalam skenario terburuk, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan arbitrary code execution dan eskalasi hak akses.
Kerentanan tersebut dapat dieksploitasi melalui dua jalur utama, yakni pemindaian file dan pemindaian database. Keduanya telah ditangani dalam pembaruan keamanan terbaru.
Masalah ini memengaruhi beberapa produk keamanan server, termasuk:
Imunify360
ImunifyAV+
ImunifyAV
Versi AI-Bolit yang terdampak adalah versi sebelum 32.7.4-1.
Hingga pengumuman ini dirilis, tidak ditemukan bukti bahwa celah tersebut telah dieksploitasi secara aktif di lingkungan nyata. Selain itu, tidak ada laporan insiden keamanan dari pengguna yang dikaitkan langsung dengan kerentanan ini.
Pengguna disarankan untuk segera memperbarui sistem ke versi AI-Bolit 32.7.4-1 atau lebih baru guna menutup celah keamanan tersebut. Sebagai langkah pencegahan sementara, pemindaian file dapat dinonaktifkan hingga pembaruan berhasil diterapkan.
Pihak pengembang menyatakan bahwa pengumuman publik dilakukan setelah perbaikan tersedia dan didistribusikan, sebagai bagian dari kebijakan responsible disclosure. Tujuannya adalah meminimalkan risiko sebelum detail teknis kerentanan diketahui secara luas.
Saat ini, kerentanan tersebut masih menunggu penetapan nomor CVE resmi.
Meskipun belum ada indikasi penyalahgunaan, kerentanan AI-Bolit dikategorikan berisiko tinggi karena dampaknya terhadap keamanan server. Pembaruan sistem secara segera menjadi langkah penting untuk menjaga integritas dan keamanan infrastruktur hosting.