Rona Febriana, Pemuda Karawang yang Masuk Top 10 Hacker Google

Comming Soon
This Cirebon – Nama Rona Febriana, seorang pemuda berbakat asal Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, sukses menggemparkan komunitas keamanan siber nasional dan internasional. Rona berhasil mencatatkan namanya dalam jajaran 10 besar hacker terbaik Indonesia versi Google Vulnerability Reward Program (VRP) setelah sukses menemukan celah keamanan (bug) kritis pada sistem raksasa teknologi dunia, Google.
Aksi peretasan yang dilakukan oleh Rona bukanlah tindakan kriminal yang merugikan, melainkan sebuah praktik ethical hacking (peretasan etis) atau yang di industri teknologi populer disebut sebagai bug hunting. Melalui program resmi bentukan Google tersebut, Rona secara legal mencari dan melaporkan kerentanan sistem yang ia temukan agar dapat segera diperbaiki oleh tim internal Google sebelum dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber (black hat hacker).
Atas ketelitian dan dedikasinya yang luar biasa, Google menganugerahinya hadiah (bounty) fantastis sebesar $25,000 atau setara dengan Rp400 juta yang berhasil ia kumpulkan hanya dalam kurun waktu 14 hari saja .
“Menjadi seorang bug hunter memberikan kepuasan tersendiri bagi saya karena kita ditantang untuk terus mengasah kemampuan analitis. Meskipun dalam prosesnya kadang harus begadang hingga dini hari untuk memahami logika rumit dari sebuah aplikasi besar,” ungkap Rona saat diwawancarai mengenai pengalamannya.
Proses Berburu “Bug” di Sistem Google
Menemukan celah keamanan di perusahaan sekelas Google bukanlah perkara mudah. Raksasa teknologi tersebut memiliki tim keamanan internal terbaik di dunia dan sistem proteksi yang berlapis-lapis.
Bagi Rona, keberhasilan ini diraih melalui proses metodis yang panjang:
  • Analisis Logika Aplikasi: Rona tidak menggunakan alat otomatis, melainkan menganalisis logika berjalannya aplikasi secara manual untuk mencari celah yang terlewatkan oleh pengembang.
  • Uji Penetrasi (Penetration Testing): Menguji ketahanan sistem dari berbagai sudut serang siber yang paling modern.
  • Pelaporan Terstruktur: Menuliskan pembuktian konsep (Proof of Concept/PoC) secara detail kepada tim Google untuk memvalidasi bahwa celah tersebut benar-benar berbahaya jika disalahgunakan.
Keberhasilannya menembus peringkat Top 10 Hacker Indonesia di platform Google VRP membuktikan bahwa kualitas talenta siber lokal dari daerah mampu bersaing di level tertinggi global.
Rekam Jejak Akademik dan Sertifikasi Internasional
Ketertarikan Rona pada dunia Teknologi Informasi (TI) sudah mulai terlihat sejak ia duduk di bangku sekolah di SMAN 6 Karawang. Ia kemudian memantapkan langkahnya dengan menempuh kuliah S1 jurusan Teknik Informatika di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Di sana, ia tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga aktif berorganisasi sebagai Kepala Divisi Pengembangan Teknologi dan Programming di BEM, sebelum akhirnya lulus dengan IPK memuaskan, yakni 3,70.
Tidak puas sampai di situ, pria yang kini tengah melanjutkan studi S2 Cyber Security & Digital Forensics di Telkom University ini terus memperdalam keahliannya melalui jalur sertifikasi profesi internasional kelas dunia.
Saat ini, Rona telah mengantongi berbagai gelar sertifikasi siber ofensif yang sangat dihormati di industri, antara lain:
  1. OSCP+ (OffSec Certified Professional+)  Sertifikasi standar emas dunia untuk kemampuan uji penetrasi praktis.
  2. eWPTXv2 (Advanced Web Attacks and Penetration Testing)  Sertifikasi keahlian tingkat lanjut khusus dalam meretas aplikasi web.
  3. eCPPTv2 (Certified Professional Penetration Tester)  Sertifikasi profesional untuk pengujian keamanan jaringan dan sistem.
Selain diakui oleh Google, reputasi global Rona semakin diperkuat setelah ia berkontribusi menemukan celah keamanan global terverifikasi pada platform e-commerce open-source PrestaShop dengan kode kerentanan resmi CVE-2024-21628. Kontribusi ini juga membuatnya mendapat apresiasi resmi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Memilih Jalur “Hacker Baik” dan Masa Depan Industri Siber
Sebelum fokus sepenuhnya di industri keamanan digital, Rona mengawali kariernya sebagai full stack web developer (programmer). Pengalaman mendalam dalam menulis kode (coding) inilah yang menjadi fondasi kuat baginya untuk beralih ke jalur offensive security engineer, karena ia tahu betul bagaimana sebuah aplikasi dibangun dan di mana letak kelemahan yang biasanya muncul.
Rona sempat mengasah pengalamannya dengan menduduki posisi sebagai IT Security di media nasional detik.com. Berkat kompetensinya yang terus menanjak, ia kini dipercaya memegang posisi strategis sebagai Ass. Manager Technology Risk Consulting di salah satu perusahaan konsultan teknologi terkemuka.
Menurut Rona, profesi di bidang keamanan siber sangat menjanjikan di era transformasi digital saat ini, baik dari segi tantangan intelektual maupun potensi penghasilan. Di sela-sela kesibukan profesionalnya, ia secara konsisten membagikan edukasi, strategi, dan pola pikir bug bounty melalui akun Instagram pribadinya @ronafbrn dan artikel teknis di platform Medium Rona Febriana.
Kisah sukses pemuda asal Karawang ini menjadi inspirasi dan bukti nyata bagi generasi muda Indonesia. Rona menunjukkan bahwa dengan ketekunan, ruang digital yang sering kali dianggap rumit dan penuh risiko dapat diubah menjadi panggung prestasi yang diakui oleh mata dunia.

Comming Soon
You might also like
Polisi Pastikan Isu “Teror Pocong” di Cirebon Tidak Benar

Polisi Pastikan Isu “Teror Pocong” di Cirebon Tidak Benar

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

23 Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Dipastikan Diperbaiki, Pemkab Percepat Pembangunan Infrastruktur

23 Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Dipastikan Diperbaiki, Pemkab Percepat Pembangunan Infrastruktur

Pejabat Kuningan Terseret Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Polda Jabar Lanjutkan Proses Hukum

Pejabat Kuningan Terseret Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Polda Jabar Lanjutkan Proses Hukum

Viral! Jawaban Benar Malah Dipotong Nilai, Juri LCC MPR RI Tuai Kecaman Netizen

Viral! Jawaban Benar Malah Dipotong Nilai, Juri LCC MPR RI Tuai Kecaman Netizen

Anggaran Rp232 Juta untuk iPhone di Kuningan Bikin Geger, Publik Pertanyakan Prioritas Pemkab

Anggaran Rp232 Juta untuk iPhone di Kuningan Bikin Geger, Publik Pertanyakan Prioritas Pemkab