ThisCirebon — Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Cirebon menunjukkan penurunan pada Agustus 2025. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon melalui situs cirebonkab.bps.go.id, TPK hotel gabungan (bintang dan nonbintang) tercatat sebesar 42,64 persen, turun 2,72 poin dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 45,36 persen.
Dalam laporan tersebut, TPK hotel bintang mengalami penurunan dari 52,37 persen pada Juli menjadi 49,48 persen pada Agustus 2025, atau turun 2,89 poin. Sementara itu, hotel nonbintang juga mencatat penurunan dari 30,16 persen menjadi 27,85 persen, turun 2,31 poin.
Penurunan ini menunjukkan adanya pergeseran pola kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, di Kabupaten Cirebon selama bulan Agustus. Meski demikian, rata-rata lama menginap (RLM) tamu masih menunjukkan tren yang relatif stabil.

Berdasarkan data BPS, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Agustus 2025 mencapai 1,21 malam, sementara di hotel nonbintang tercatat 1,00 malam. Adapun tamu asing menghabiskan waktu menginap rata-rata 1,50 malam, sedikit lebih lama dibandingkan tamu domestik yang rata-rata tinggal selama 1,16 malam.
“Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel gabungan di Kabupaten Cirebon mencapai 1,16 hari,” dikutip dari cirebonkab.bps.go.id.
Tren penurunan tingkat hunian ini terlihat konsisten jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, meski sempat mengalami kenaikan pada periode akhir 2024. Data BPS menunjukkan bahwa TPK hotel gabungan sempat mencapai puncaknya pada Desember 2024 sebesar 47,35 persen, sementara titik terendah terjadi pada Maret 2025 dengan 28,58 persen.
Untuk kategori hotel bintang, tingkat penghunian tertinggi tercatat pada Desember 2024 sebesar 56,33 persen, dan terendah pada Maret 2025 sebesar 32,09 persen. Sedangkan hotel nonbintang mencatat rekor terendah pada Maret 2025 dengan 20,97 persen, dan tertinggi pada Desember 2024 sebesar 34,68 persen.
BPS Kabupaten Cirebon menilai bahwa perubahan tingkat penghunian kamar hotel dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk musim liburan, kegiatan keagamaan, serta dinamika ekonomi daerah yang turut memengaruhi mobilitas wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis.
Laporan resmi ini dirilis pada 9 Oktober 2025, dengan ukuran file publikasi sebesar 1,516 MB, dan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat geliat sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah Kabupaten Cirebon.
