ThisCirebon –Jembatan gantung yang berada di Babakan Losari, Kabupaten Cirebon, yang menghubungkan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, mengalami kerusakan berat hanya beberapa bulan setelah diresmikan. Jembatan ini sebelumnya dibangun sebagai jalur penghubung strategis bagi masyarakat lokal, namun kini sebagian besar strukturnya, termasuk tembok penyangga dan pagar besi, runtuh, meninggalkan lubang di badan jembatan dan tumpukan material yang berserakan.
Jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 230 meter dan lebar 1,8 meter, serta menelan anggaran sekitar Rp 13 miliar yang bersumber dari APBN. Pembangunan jembatan ini seharusnya meningkatkan mobilitas warga desa di perbatasan provinsi, memudahkan akses transportasi, dan mempercepat distribusi barang serta aktivitas ekonomi di daerah sekitar.
Namun, warga setempat merasa kecewa dan khawatir dengan kondisi jembatan yang rusak hanya tiga bulan setelah peresmian. Mereka mempertanyakan kualitas konstruksi, termasuk kekuatan material dan pengawasan proyek. Beberapa warga menilai bahwa bagian dinding pijakan jembatan dibangun dari batu yang diisi urugan tanah, sehingga ketika terkena hujan, air meresap ke dalam struktur, menyebabkan retakan dan ambrolnya bagian jembatan.
Menurut laporan warga, ambrolnya jembatan membuat akses transportasi yang seharusnya aman menjadi terhambat, sehingga penduduk harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan kurang aman. Insiden ini juga menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang sehari-hari menggunakan jembatan tersebut untuk keperluan sekolah, bekerja, atau berjualan.
Warga pun menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini. Mereka mendesak pihak berwenang untuk melakukan audit konstruksi, memastikan kualitas material, dan menindak tegas pihak kontraktor yang dianggap lalai. Selain itu, warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan agar kembali dapat digunakan dengan aman, serta mengantisipasi kemungkinan kerusakan serupa di jembatan atau infrastruktur lain di wilayah perbatasan.
Kejadian ini memicu perdebatan mengenai pengelolaan anggaran dan pengawasan proyek pemerintah. Masyarakat menekankan pentingnya transparansi penggunaan dana publik dan kepatuhan terhadap standar konstruksi agar fasilitas publik yang dibangun benar-benar bermanfaat dan tahan lama.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah dan kontraktor tengah melakukan kajian untuk menentukan langkah perbaikan. Penutupan sementara jembatan dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan. Warga berharap perbaikan dilakukan cepat dan menyeluruh, agar fungsi jembatan sebagai jalur penghubung antarprovinsi kembali normal dan masyarakat dapat menggunakannya dengan aman.