Pejabat Kuningan Terseret Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Polda Jabar Lanjutkan Proses Hukum

Comming Soon

This Cirebon – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan publik. Seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat terkait proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur (JLT), yang kini dikenal sebagai Jalan Eyang Kyai Hasan Maolani.

Perkara ini menjadi salah satu isu hukum yang terus diperbincangkan masyarakat karena menyangkut penggunaan anggaran pembangunan infrastruktur yang seharusnya memberikan manfaat besar bagi warga.

Proyek Jalan Bernilai Miliaran Rupiah

Dugaan korupsi ini berkaitan dengan pelaksanaan proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan, sebuah proyek strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus transportasi di wilayah tersebut.

Namun, dalam proses pelaksanaannya, aparat penegak hukum menemukan indikasi penyimpangan yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara. Polda Jawa Barat kemudian melakukan penyelidikan mendalam hingga menetapkan dua orang tersangka, salah satunya merupakan pejabat aktif di lingkungan Pemkab Kuningan.

Pejabat Pemkab Kuningan Ditahan

Tersangka yang dikenal dengan inisial A disebut menjabat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) pada salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kuningan. Saat proyek tersebut berlangsung, yang bersangkutan diketahui memiliki peran penting dalam proses pelaksanaan pekerjaan.

Polda Jabar telah melakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan. Aparat juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Kerugian Negara Jadi Sorotan

Meski nilai pasti kerugian negara belum diumumkan secara rinci ke publik, kasus ini menambah daftar persoalan tata kelola proyek infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat.

Warga berharap proses hukum dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada satu atau dua orang saja, melainkan menelusuri seluruh pihak yang terlibat jika ditemukan bukti yang cukup.

KPK Turut Soroti Kuningan

Di tengah perkembangan kasus tersebut, isu dugaan korupsi di Kuningan juga semakin hangat setelah muncul sorotan terhadap sejumlah proyek besar di daerah, termasuk proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) bernilai Rp117 miliar yang sempat menjadi perhatian publik.

Kehadiran lembaga antirasuah dalam kegiatan pencegahan korupsi di Kuningan semakin menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.

Respons Masyarakat

Kasus ini memicu reaksi luas dari masyarakat yang berharap pembangunan daerah dilakukan secara jujur dan akuntabel. Banyak warga menilai bahwa anggaran publik harus dikelola dengan penuh tanggung jawab karena berasal dari pajak dan dana negara.

Masyarakat juga mendesak agar pemerintah daerah memperkuat sistem pengawasan internal serta memastikan setiap proyek dilaksanakan sesuai aturan.

Pentingnya Transparansi dan Pengawasan

Pengamat menilai kasus dugaan korupsi proyek jalan ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

Dengan sistem pengawasan yang kuat, potensi penyimpangan dapat diminimalkan sehingga pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kasus dugaan korupsi proyek Jalan Lingkar Timur Kuningan menjadi perhatian serius masyarakat Jawa Barat. Penetapan seorang pejabat Pemkab Kuningan sebagai tersangka oleh Polda Jabar menunjukkan bahwa aparat penegak hukum terus mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran infrastruktur.

Publik kini menantikan proses hukum yang tuntas dan transparan, sekaligus berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan tata kelola pembangunan di Kabupaten Kuningan.

Comming Soon
You might also like
Polisi Pastikan Isu “Teror Pocong” di Cirebon Tidak Benar

Polisi Pastikan Isu “Teror Pocong” di Cirebon Tidak Benar

Rona Febriana, Pemuda Karawang yang Masuk Top 10 Hacker Google

Rona Febriana, Pemuda Karawang yang Masuk Top 10 Hacker Google

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

23 Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Dipastikan Diperbaiki, Pemkab Percepat Pembangunan Infrastruktur

23 Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Dipastikan Diperbaiki, Pemkab Percepat Pembangunan Infrastruktur

Viral! Jawaban Benar Malah Dipotong Nilai, Juri LCC MPR RI Tuai Kecaman Netizen

Viral! Jawaban Benar Malah Dipotong Nilai, Juri LCC MPR RI Tuai Kecaman Netizen

Anggaran Rp232 Juta untuk iPhone di Kuningan Bikin Geger, Publik Pertanyakan Prioritas Pemkab

Anggaran Rp232 Juta untuk iPhone di Kuningan Bikin Geger, Publik Pertanyakan Prioritas Pemkab