This Cirebon – Harga daging ayam ras segar di Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan cukup signifikan pada Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia, harga ayam tercatat mencapai Rp40.800 per kilogram, naik Rp1.500 atau 3,82 persen dari harga sebelumnya.
Kenaikan tersebut kembali mendorong harga daging ayam menembus angka Rp40.000 per kilogram. Sehari sebelumnya, komoditas tersebut masih berada di level Rp39.300 per kilogram.
Perubahan harga ayam turut dirasakan masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional. Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, ayam menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian pembeli karena kenaikan harganya berdampak terhadap pengeluaran kebutuhan rumah tangga.
Salah seorang pembeli di Pasar Sumber, Abdul Gofar, mengatakan dirinya harus menyesuaikan jumlah ayam yang dibeli akibat kenaikan harga tersebut.
“Biasanya beli satu kilogram, sekarang mungkin dikurangi. Kalau harganya naik terus, pengeluaran untuk kebutuhan dapur juga ikut bertambah,” kata Gofar, Rabu (12/8/2026) dikutip dari bandung.bisnis.com.
Dengan kenaikan sebesar Rp1.500 per kilogram, konsumen yang membeli lima kilogram ayam harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp7.500 dibandingkan harga sebelumnya.
Sementara itu, data PIHPS menunjukkan perubahan harga ayam terjadi bersamaan dengan pergerakan sejumlah komoditas pangan lainnya di Kabupaten Cirebon.
Harga telur ayam ras segar tercatat Rp25.350 per kilogram, atau turun Rp150 dibandingkan harga sebelumnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas cabai masih berada pada level harga yang cukup tinggi. Cabai merah besar tercatat Rp56.900 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di angka Rp44.500 per kilogram.
Harga cabai rawit hijau tercatat Rp49.800 per kilogram, sementara cabai rawit merah berada di level Rp55.150 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WhatsApp Channel