This Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, berhasil mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui gerakan penghijauan yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Representatif MURI Sri Widayati di Cirebon, Senin, mengatakan penghargaan tersebut diberikan setelah mahasiswa UIN Cirebon bersama masyarakat menanam sebanyak 17.845 pohon di sejumlah fasilitas umum.
Menurut Sri, kegiatan tersebut memiliki karakteristik berbeda dari pencatatan penanaman pohon lainnya. Dalam program ini, mahasiswa KKN menjadi pelaksana utama sekaligus mengajak masyarakat di wilayah tempat mereka melaksanakan pengabdian.
“Pada peringatan HUT RI ke-81, UIN Cirebon mencetak prestasi yang luar biasa yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sri menjelaskan, MURI sebelumnya telah menerima pencatatan kegiatan penanaman pohon dengan jumlah yang lebih banyak. Namun, keterlibatan mahasiswa yang sedang menjalankan KKN menjadi unsur pembeda dalam kegiatan yang dilakukan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Ia menyebutkan, kegiatan penanaman pohon dalam skala besar umumnya digerakkan oleh pemerintah, lembaga, maupun instansi tertentu.
Sementara pada kegiatan UIN Cirebon, mahasiswa secara langsung turun ke desa-desa dan melibatkan masyarakat dalam proses penghijauan.
“Yang menjadi poin saat ini adalah kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan oleh mahasiswa yang sedang KKN. Ini nilainya, ada nilai plus tersendiri,” katanya.
Di sisi lain, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Aan Jaelani mengatakan angka 17.845 pohon yang ditanam sengaja dipilih sebagai representasi dari tanggal 17 Agustus 1945.
Sebanyak 2.204 mahasiswa terlibat dalam program tersebut. Mereka tergabung dalam 145 kelompok KKN dan melaksanakan pengabdian di 140 desa yang tersebar di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Indramayu, dan Kuningan.
“Penanaman pohon dilaksanakan dalam rangkaian KKN pada 13 Juli hingga 21 Agustus 2026. Jenis yang ditanam meliputi trembesi dan matoa, dengan sasaran lokasi berupa fasilitas umum dan area tertentu yang membutuhkan penghijauan,” katanya.
Aan menjelaskan, gerakan tersebut merupakan bagian dari bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pelaksanaan KKN.
Sebelum proses penanaman dilakukan, para mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan masyarakat untuk menentukan lokasi penanaman berdasarkan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
“Manfaat kegiatan tidak ditargetkan hanya dirasakan dalam waktu dekat, karena pohon-pohon tersebut tumbuh dan menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus membantu mengurangi dampak perubahan iklim,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WhatsApp Channel