This Cirebon – Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Bojongkulon berhasil menjalankan program digitalisasi transaksi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bojongkulon dan wilayah sekitarnya. Program tersebut mengusung kolaborasi antara mahasiswa KPM UI BBC, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, dan Bank Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dilaksanakan melalui dua tahapan utama. Pada hari pertama dan kedua, tim KPM Bojongkulon melakukan sosialisasi sekaligus mendampingi pelaku UMKM dalam pembuatan QRIS secara door to door atau langsung dari lapak ke lapak.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan para pelaku usaha mendapatkan pemahaman mengenai pembayaran digital sekaligus memperoleh pendampingan teknis secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing.
Heris Ferdiyansyah, salah satu anggota kelompok KPM yang terlibat dalam kegiatan door to door, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan digitalisasi transaksi di lingkungan pedesaan.
“Door to door pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM merupakan upaya untuk mendorong digitalisasi transaksi dan mempermudah transaksi bagi masyarakat desa Bojongkulon dan sekitarnya,” ujarnya.
Melalui pendampingan tersebut, sebanyak 33 pelaku UMKM yang berada di Desa Bojongkulon dan wilayah sekitarnya berhasil difasilitasi untuk membuat QRIS melalui aplikasi DANA. Program ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif di kawasan tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan pelaksanaan workshop mengenai sistem pembayaran digital. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan sistem pembayaran digital.
Dalam workshop tersebut, KPM Bojongkulon turut berkolaborasi dengan GenBI Komisariat UI BBC. GenBI yang merupakan bagian dari komunitas mahasiswa binaan Bank Indonesia turut berperan dalam memperkuat literasi dan edukasi keuangan bagi para peserta.
Ketua Pelaksana kegiatan, Aprita Romayanti, berharap program yang telah dijalankan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
“Harapannya, apa yang didapat bisa langsung diaplikasikan dan dirasakan nyata dampaknya oleh para pelaku UMKM dan masyarakat dalam bertransaksi agar lebih Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal),” tegasnya.
Kolaborasi antara akademisi melalui KPM UI BBC, komunitas mahasiswa penggerak melalui GenBI, serta Bank Indonesia sebagai regulator diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Selain mendorong terbentuknya ekosistem pembayaran digital, program tersebut juga menunjukkan peran kolaborasi lintas sektor dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah pedesaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WhatsApp Channel