ThisCirebon— Internet dunia sempat mengalami kelumpuhan besar pada Selasa pagi setelah Cloudflare, salah satu perusahaan infrastruktur internet terbesar di dunia, mengalami gangguan teknis yang memicu pemadaman luas pada berbagai layanan digital. Gangguan ini berdampak pada jutaan pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Insiden dimulai sekitar pukul 06.20 pagi waktu Pantai Timur Amerika Serikat ketika Cloudflare mendeteksi lonjakan lalu lintas tidak biasa yang mengenai salah satu sistem inti mereka. Lonjakan tersebut memicu serangkaian kesalahan internal yang mengakibatkan akses pengguna ke banyak situs dan aplikasi terhenti.
Hingga beberapa jam setelah kejadian, jutaan pengguna melaporkan bahwa mereka tidak dapat masuk ke banyak platform populer. Beberapa layanan bahkan menampilkan pesan “Internal Server Error” atau sama sekali tidak dapat diakses.
Gangguan Cloudflare berdampak pada banyak layanan digital kelas dunia, di antaranya:
ChatGPT
X (sebelumnya Twitter)
Canva
Spotify
League of Legends
Sistem transportasi digital di beberapa wilayah
Berbagai platform kripto dan layanan DeFi
Puluhan ribu website perusahaan yang menggunakan Cloudflare sebagai perlindungan dan CDN
Banyak situs berita, e-commerce, bahkan aplikasi pemerintahan di beberapa negara juga sempat mengalami error.
Cloudflare mengonfirmasi bahwa gangguan dipicu oleh lalu lintas abnormal yang menyebabkan sebagian jaringan mereka tidak dapat menangani permintaan pengguna secara normal.
Sekitar pukul 09.42 pagi waktu AS, Cloudflare mengumumkan bahwa perbaikan inti telah diterapkan dan layanan mulai pulih secara bertahap. Meski begitu, sebagian pengguna masih melaporkan ketidakstabilan beberapa jam setelah pengumuman.
Perusahaan menyatakan masih melakukan investigasi untuk menemukan akar masalah dan memastikan gangguan serupa tidak terulang.
Insiden ini kembali menunjukkan betapa besar ketergantungan internet modern terhadap satu penyedia infrastruktur. Cloudflare menangani sistem keamanan, CDN, DNS, hingga optimasi traffic bagi jutaan situs di seluruh dunia.
Ketika Cloudflare bermasalah, efeknya merambat ke banyak layanan lain.
Beberapa transportasi digital di luar negeri dilaporkan terganggu. Selain itu, bisnis e-commerce dan layanan online yang mengandalkan firewall Cloudflare tidak dapat beroperasi normal selama gangguan berlangsung.
Di dunia kripto, beberapa situs front-end, termasuk blockchain explorer dan platform DeFi, gagal dimuat dan hanya menampilkan pesan error.
Di berbagai forum online, banyak pengguna melaporkan kesulitan mengakses situs-situs besar. Para pengelola website juga mengungkapkan bahwa dashboard Cloudflare sempat tidak bisa diakses, menyulitkan mereka melakukan pengecekan langsung.
Beberapa spekulasi menyebut gangguan ini bisa terkait rute traffic internasional yang gagal atau pemeliharaan internal yang tidak berjalan sesuai rencana, namun belum ada konfirmasi resmi.
Pemadaman Cloudflare hari ini memberikan dampak besar dan menyoroti pentingnya diversifikasi infrastruktur pada layanan digital modern. Meski Cloudflare bergerak cepat melakukan pemulihan, insiden ini menjadi peringatan bagi banyak perusahaan untuk menyiapkan strategi cadangan agar tidak bergantung pada satu penyedia saja.
Cloudflare menegaskan mereka akan terus menyelidiki penyebab gangguan dan memastikan sistem kembali stabil sepenuhnya.