thiscrb.com – Pada 3 Desember 2025, tim inti React secara resmi mengumumkan ditemukannya celah keamanan berbahaya pada React Server Components (RSC). Kerentanan ini tergolong sangat serius karena memungkinkan penyerang menjalankan kode di sisi server tanpa memerlukan autentikasi apa pun. Celah tersebut telah diberi identifikasi resmi CVE-2025-55182 dan langsung menjadi perhatian besar komunitas teknologi karena tingginya tingkat kemungkinan eksploitasi.
Masalah utama terletak pada cara React memproses permintaan HTTP yang mengandung payload RSC. Mekanisme deserialisasi data yang digunakan oleh paket React tertentu ternyata dapat ditipu oleh input yang telah dimodifikasi secara khusus.
Jika penyerang mengirimkan permintaan yang dikonstruksi dengan benar, React dapat menafsirkan data tersebut sebagai instruksi, bukan sekadar informasi. Kondisi ini membuka peluang bagi penyerang untuk:
Menjalankan perintah berbahaya di server
Mengakses data internal aplikasi
Mengambil alih kontrol sistem
Mengunggah atau memodifikasi file
Menanamkan backdoor untuk akses jangka panjang
Yang membuatnya semakin berbahaya: eksploitasi tidak membutuhkan autentikasi. Dengan kata lain, siapa saja bisa mencoba menyerang server yang rentan hanya dengan mengirimkan permintaan HTTP tertentu.
Berbagai rilis React dilaporkan memiliki kerentanan ini, terutama yang memuat implementasi RSC. Versi yang terpengaruh antara lain:
React 19.0
React 19.1.0
React 19.1.1
React 19.2.0
Kerentanan terutama berada pada paket berikut:
react-server-dom-webpack
react-server-dom-parcel
react-server-dom-turbopack
Framework yang memanfaatkan RSC, seperti Next.js, Vite RSC Plugin, dan Parcel, juga ikut terancam meski tidak secara langsung mengimplementasikan logika tersebut. Karena itu, pengguna framework tersebut harus tetap melakukan pembaruan meskipun mereka tidak menyentuh RSC secara manual.
Setelah celah ini ditemukan dan diverifikasi, tim React bergegas merilis versi patch yang memperbaiki masalah tersebut. Adapun versi aman yang telah tersedia adalah:
React 19.0.1
React 19.1.2
React 19.2.1
Pembaruan tersebut memperbaiki proses deserialisasi input dan menutup jalur eksekusi yang sebelumnya dapat dimanfaatkan oleh penyerang.
Pengguna Next.js juga harus memperbarui ke versi yang sudah mengimplementasikan patch serupa. Framework ini sangat bergantung pada React Server Components, sehingga eksploitasi celah tersebut bisa berdampak langsung pada aplikasi yang dibangun dengan Next.js.
Kerentanan jenis ini termasuk dalam kategori Remote Code Execution (RCE), yang dianggap salah satu yang paling kritis dalam keamanan siber. RCE memungkinkan penyerang menjalankan perintah arbitrer di server target.
Dampak lebih luas yang mungkin terjadi meliputi:
Pengambilalihan server secara penuh
Kebocoran data pribadi, baik pengguna maupun sistem
Perusakan atau penggantian file aplikasi
Penyuntikan malware, ransomware, atau trojan
Penyelewengan sumber daya server untuk cryptomining
Mengubah routing aplikasi untuk menipu pengguna
Menyusupkan script untuk serangan lanjutan (lateral movement)
Karena React dan Next.js digunakan oleh banyak perusahaan besar dan aplikasi berskala global, risiko kerusakan yang terjadi bisa sangat luas apabila patch tidak segera diterapkan.
Pengguna React yang hanya membangun aplikasi client-side (SPA) tanpa komponen server tidak terpengaruh. Aplikasi yang tidak menggunakan fitur RSC atau tidak memakai bundler yang mendukung RSC juga aman.
Namun, banyak pengembang tidak sadar bahwa framework mereka sudah mengaktifkan RSC secara default. Karena itu pengecekan ulang tetap wajib dilakukan.
React memberikan beberapa rekomendasi penting:
Gunakan versi patch React yang telah dirilis (19.0.1, 19.1.2, 19.2.1).
Versi stabil yang sudah aman telah dirilis di channel patch masing-masing.
Periksa apakah Anda menggunakan:
Vite RSC Plugin
Parcel RSC
Turbopack
Framework lain yang mengaktifkan RSC secara otomatis
Provider hosting mungkin menambahkan firewall atau filter sementara, tapi solusi permanen tetap patch resmi.
Jika aplikasi sudah online sebelum pembaruan, lakukan inspeksi log untuk mendeteksi percobaan eksploitasi.
Kerentanan CVE-2025-55182 adalah salah satu isu keamanan paling serius yang pernah menyerang ekosistem React. Dengan potensi menyerang server tanpa autentikasi, celah ini dapat menyebabkan pengambilalihan sistem dalam skala besar.
React sudah menyediakan patch, sehingga langkah terbaik adalah segera melakukan pembaruan, mengecek dependensi internal, dan memastikan aplikasi berbasis React atau Next.js menggunakan versi yang telah diperbaiki.