Mobilitas Wisata Warga Cirebon Raya Masih Tertinggal dari Bandung Raya dan Bodebek

Mobilitas Wisata Warga Cirebon Raya Masih Tertinggal dari Bandung Raya dan Bodebek
Comming Soon

This Cirebon – Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) yang berasal dari wilayah Cirebon Raya sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat masih berada di bawah kawasan Bandung Raya dan Bodebek. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat jumlah perjalanan wisnus asal Cirebon Raya mencapai 13,24 juta perjalanan pada periode tersebut.

Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan Bandung Raya yang mencatatkan 47,83 juta perjalanan, serta kawasan Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) yang diperkirakan menembus lebih dari 60 juta perjalanan dalam kurun waktu yang sama.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, menilai perbedaan ini menggambarkan karakter ekonomi dan tingkat mobilitas penduduk yang berbeda antarwilayah.

“Data perjalanan wisnus ini berbasis daerah asal, sehingga menunjukkan seberapa sering penduduk suatu wilayah melakukan perjalanan wisata. Dari sini terlihat bahwa warga Cirebon Raya relatif lebih jarang berlibur dibandingkan warga Bandung Raya dan Bodebek,” ujar Darwis, Jumat (9/1/2026).

Bandung Raya dan Bodebek Dominasi Perjalanan Wisata

Berdasarkan akumulasi data sepanjang 2025, Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi masih menjadi motor utama pergerakan wisata domestik di Jawa Barat.

Kota Bandung dan Kabupaten Bandung masing-masing mencatatkan lebih dari 16 juta perjalanan, angka yang bahkan melampaui total perjalanan wisnus seluruh wilayah Cirebon Raya jika digabungkan.

Sementara itu, kawasan Bodebek menunjukkan tingkat mobilitas yang lebih tinggi lagi. Kondisi ini didukung oleh jumlah penduduk yang besar, kedekatan geografis dengan Jakarta, serta pola perjalanan jarak pendek atau short trips yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

“Di wilayah metropolitan, perjalanan wisata tidak selalu berarti liburan panjang. Banyak perjalanan singkat, akhir pekan, atau staycation, tetapi tetap tercatat sebagai aktivitas wisata,” kata Darwis.

Cirebon Raya Miliki Potensi, Namun Mobilitas Masih Rendah

Berbeda dengan dua kawasan tersebut, Cirebon Raya yang mencakup Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, dan Majalengka mencatatkan intensitas perjalanan wisata yang relatif lebih rendah.

Kabupaten Cirebon menjadi kontributor terbesar dengan 6,97 juta perjalanan, disusul Majalengka sebanyak 2,37 juta, Kuningan 2,10 juta, dan Kota Cirebon 1,79 juta perjalanan.

Menurut Darwis, rendahnya mobilitas wisata warga Cirebon Raya tidak terlepas dari faktor struktural yang memengaruhi pola konsumsi dan keputusan berwisata masyarakat.

“Pendapatan rumah tangga, jenis pekerjaan, serta orientasi belanja masyarakat memengaruhi keputusan untuk berwisata. Di wilayah non-metropolitan, perjalanan wisata cenderung lebih jarang dan lebih selektif,” ujarnya.

Meski demikian, dari sisi pertumbuhan tahunan, sejumlah daerah di Cirebon Raya justru menunjukkan peningkatan signifikan. Kuningan dan Majalengka, misalnya, mencatatkan pertumbuhan perjalanan wisnus di atas 49 persen secara year-on-year.

Capaian ini mengindikasikan adanya peningkatan minat berwisata, meski masih berangkat dari basis yang relatif kecil.

Implikasi Ekonomi dan Tantangan ke Depan

Darwis menambahkan, ketimpangan mobilitas wisata antarwilayah ini membawa dampak ekonomi yang cukup penting. Bandung Raya dan Bodebek tidak hanya menjadi daerah asal utama wisnus, tetapi juga didukung oleh ekosistem yang kuat, mulai dari transportasi, tingkat pendapatan, hingga ketersediaan waktu luang yang mendorong frekuensi perjalanan tinggi.

Di sisi lain, Cirebon Raya masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya beli serta membangun budaya berwisata di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jumlah perjalanan wisata dari Cirebon Raya ke depan sangat bergantung pada kualitas pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika pendapatan meningkat dan akses transportasi semakin baik, frekuensi perjalanan juga akan naik. Tantangannya adalah bagaimana pertumbuhan itu inklusif,” kata dia.

Ikuti Saluran WhatsApp This Cirebon untuk mendapatkan update eksklusif seputar Cirebon.

Comming Soon
You might also like
Top 10 SMA Negeri Paling Populer di Cirebon 2026

Top 10 SMA Negeri Paling Populer di Cirebon 2026

Dermaga Warmindo, Tempat Nongkrong Favorit di Tepi Laut Cirebon

Dermaga Warmindo, Tempat Nongkrong Favorit di Tepi Laut Cirebon

Taman Parkir Sumber Jadi Magnet Baru Warga Cirebon

Taman Parkir Sumber Jadi Magnet Baru Warga Cirebon

Smanda dan Smansa Cirebon Masuk Top 30 SMA Negeri Terbaik di Jabar

Smanda dan Smansa Cirebon Masuk Top 30 SMA Negeri Terbaik di Jabar

Kampus Paling Populer di Ciayumajakuning 2026

Kampus Paling Populer di Ciayumajakuning 2026

Kota Cirebon Catat Persentase Pemuda Single Tertinggi 2025, Hampir 9 dari 10 Belum Menikah

Kota Cirebon Catat Persentase Pemuda Single Tertinggi 2025, Hampir 9 dari 10 Belum Menikah