ThisCirebon – Prestasi membanggakan kembali hadir dari generasi muda Kota Cirebon. Muhamad Fauzi, mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih penghargaan kategori khusus Sthiti Dharma (Pesan Pelestarian Terbaik) dalam Lomba Video Budaya 2025 Tingkat Nasional.
Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Yayasan Bimasakti Peduli Negeri bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dan diikuti ratusan peserta dari Sabang hingga Merauke. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Claket, Mojokerto, Jawa Timur.
Fauzi meraih penghargaan melalui video berjudul “Kala Topeng Bicara, Budaya Menyala”, yang mengangkat filosofi Tari Topeng Klana, salah satu kesenian khas Cirebon. Alih-alih hanya menampilkan estetika visual, karyanya menekankan nilai kemanusiaan yang terkandung dalam tarian: kendali diri, ambisi, dan kebijaksanaan.

Dalam keterangan videonya, ia menuliskan, “Setiap hentakan kaki dan lirikan mata penari adalah suara para leluhur yang ingin didengar kembali,” dikutip dari unggahan video.
Ia juga menambahkan, “Lewat karya ini, kami ingin mengajak kamu bukan hanya jadi penikmat budaya, tapi juga penjaga dan pelestari.” dikutip dari keterangan video.
Saat diwawancarai mengenai pencapaiannya, Fauzi menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya:
“Rasanya luar biasa dan benar-benar di luar dugaan saya. Bisa membawa nama Cirebon di ajang nasional itu sebuah kebanggaan tersendiri, karena saya tahu di balik kemenangan ini ada semangat dan identitas daerah yang ikut terangkat.
Cirebon punya kekayaan budaya yang luar biasa, dan lewat karya ini saya ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal kita tetap bisa relevan, menarik, dan membanggakan di kancah nasional.
Saya juga merasa bersyukur karena prosesnya melibatkan teman-teman muda yang sama-sama cinta budaya. Jadi kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tapi untuk seluruh masyarakat Cirebon yang terus menjaga warisan leluhur dengan caranya masing-masing.” ujar Fauzi saat diwawancarai oleh This Cirebon.Lihat Lebih Lanjut: Rona Febriana, Pemuda Karawang yang Masuk Top 10 Hacker Google
Soal pesan untuk generasi muda, ia menyampaikan:
“Pesan utama saya adalah: jangan pernah lelah mengenali dan mencintai akar budaya kita sendiri.
Di tengah arus modernisasi yang serba cepat, kadang kita lupa bahwa jati diri dan nilai-nilai luhur bisa menjadi fondasi yang kuat untuk melangkah ke masa depan.
‘Kala Topeng Bicara, Budaya Menyala’ ingin menggambarkan bagaimana tradisi topeng Cirebon bukan sekadar tarian atau pertunjukan, tapi cermin kehidupan, simbol kebijaksanaan, dan ekspresi kemanusiaan.
Saya berharap generasi muda Cirebon bisa lebih percaya diri menunjukkan budaya daerahnya, mengemasnya dengan cara yang kreatif, dan menjadikannya sumber inspirasi, bukan sekadar warisan masa lalu. Karena ketika budaya kita menyala, identitas kita juga ikut hidup.” ujar Fauzi saat diwawancarai oleh This Cirebon.

| Kategori | Pemenang | Asal |
|---|---|---|
| Prasidha Pramukha (Video Paling Viral) | Wahyu Habibi | Kediri, Jawa Timur |
| Manohara Rasa (Impact Emosional) | Maskur Huda | Surakarta, Jawa Tengah |
| Citra Prakasa (Sinematografi Terbaik) | Yayasan Damuh Urip Bali | Klungkung, Bali |
| Sthiti Dharma (Pesan Pelestarian Terbaik) | Muhammad Fauzi | Cirebon, Jawa Barat |
| Taruna Samyukta (Kerja Sama Tim Terbaik) | Kebaya Lunatik | Depok, Jawa Barat |
Masing-masing pemenang kategori khusus mendapatkan hadiah Rp 2.000.000 beserta sertifikat fisik. Seluruh peserta lomba mendapatkan sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi.
Kemenangan Muhamad Fauzi menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap mampu bersaing di ranah nasional jika dikemas kreatif tanpa kehilangan nilai luhur. Melalui Tari Topeng Klana, ia berhasil membuktikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata.