Pemotongan DAK Fisik Rp121 Miliar, Kabupaten Cirebon Terancam Gagal Bangun Infrastruktur Vital

Pemotongan DAK Fisik Rp121 Miliar, Kabupaten Cirebon Terancam Gagal Bangun Infrastruktur Vital
Comming Soon

ThisCirebon – Kabupaten Cirebon dipastikan kehilangan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik senilai Rp121 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya transfer dana dari pemerintah pusat sebagaimana dijelaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kehilangan alokasi dana tersebut diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap program pembangunan daerah, terutama di sektor infrastruktur dasar yang selama ini sangat bergantung pada dukungan anggaran pusat.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, Sri Wijayawati, menyebut pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 telah menetapkan pemotongan besar terhadap alokasi DAK fisik untuk sejumlah daerah.

Dari total alokasi sebelumnya sebesar Rp121,6 miliar, Kabupaten Cirebon hanya akan menerima Rp72,2 miliar. Artinya, terdapat pengurangan sebesar Rp49,3 miliar yang tidak bisa diterima daerah.

“Pemotongan ini memang sangat memberatkan. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk konektivitas jalan, irigasi, hingga pangan akuatik, seluruhnya dipangkas. Praktis, pembangunan di sektor tersebut akan mandek dan masyarakat yang paling dirugikan,” kata Sri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/10/2025), dikutip dari bandung.bisnis.com.

Tiga Sektor Terhenti Total

Berdasarkan data BKAD, terdapat enam sektor pembangunan yang masuk dalam program DAK fisik. Namun, hanya tiga sektor yang masih memperoleh kucuran dana, yakni air minum, pendidikan, dan kesehatan.

Sedangkan tiga sektor lainnya—konektivitas jalan (Rp27,9 miliar), irigasi (Rp10,4 miliar), dan pangan akuatik (Rp10,9 miliar)—tidak lagi menerima dana alias terpotong total.

Menurut Sri, sektor jalan dan irigasi merupakan program vital yang sangat mendesak di Kabupaten Cirebon. Banyak ruas jalan kabupaten mengalami kerusakan parah, sementara perbaikan kini terancam tertunda akibat minimnya anggaran.

Hal serupa terjadi di sektor irigasi, di mana sejumlah saluran tidak lagi berfungsi optimal sehingga berdampak pada produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

“Cirebon ini salah satu lumbung pangan di Jawa Barat. Kalau irigasi dibiarkan rusak, maka dampaknya bukan hanya kepada petani, tetapi juga bisa memengaruhi ketahanan pangan di level provinsi maupun nasional,” tegas Sri.

Beban Fiskal Daerah Meningkat

Hilangnya alokasi DAK fisik turut memperberat beban keuangan daerah. Selama ini, APBD Kabupaten Cirebon sebagian besar terserap untuk belanja pegawai dan kebutuhan rutin, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan fisik sangat terbatas.

Tanpa bantuan dana dari pusat, pemerintah daerah hampir tidak memiliki alternatif pembiayaan yang memadai.

“Kami berharap ada evaluasi ulang dari pemerintah pusat. Pemotongan ini jangan sampai merugikan masyarakat daerah,” ujar Sri.

Risiko Ekonomi dan Upaya Solusi

Sri juga menyoroti potensi risiko sosial dan ekonomi yang bisa muncul jika pembangunan infrastruktur tidak segera ditangani.

Kerusakan jalan berpotensi menghambat distribusi barang dan jasa, menaikkan ongkos logistik, dan menurunkan daya saing ekonomi daerah.

Sebagai langkah antisipasi, BKAD dan pemerintah daerah kini berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) serta menjajaki kerja sama dengan pihak swasta.

Namun, Sri menegaskan langkah tersebut tidak bisa langsung menutup kekurangan anggaran akibat hilangnya DAK fisik.

“Kami realistis, PAD Cirebon masih sangat terbatas. Harapan terbesar tetap pada pemerintah pusat agar kebijakan pemotongan ini bisa ditinjau ulang,” pungkasnya.

Saluran WhatsApp This Cirebon
Saluran WhatsApp This Cirebon

Comming Soon
You might also like
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Selatan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Selatan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Siswa SMK Temukan Celah Sistem Registrasi Domain .ID (PANDI)

Siswa SMK Temukan Celah Sistem Registrasi Domain .ID (PANDI)

Muhammad Wishal, Pemuda Subang Penemu Celah Keamanan NASA, Departemen Pertahanan AS, hingga KPK

Muhammad Wishal, Pemuda Subang Penemu Celah Keamanan NASA, Departemen Pertahanan AS, hingga KPK

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Berasal dari Meteor yang Melintas di Langit Jawa

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Berasal dari Meteor yang Melintas di Langit Jawa

Perempuan Cirebon Diduga Disekap dan Disiram Air Keras oleh Oknum Polisi

Perempuan Cirebon Diduga Disekap dan Disiram Air Keras oleh Oknum Polisi

Diduga Main Judi Bola, Anak Menkeu Purbaya Dikecam Publik

Diduga Main Judi Bola, Anak Menkeu Purbaya Dikecam Publik

Artikel Popular
Profil dan Biodata April DA7, Peserta D’Academy 7 Termuda Asal Cirebon
Pantau Lalu Lintas Real Time di CCTV ATCS Cirebon
Apa Arti “Beli” di Cirebon?
UMR Cirebon 2025 Resmi Naik! Ini Besarannya dan Dampaknya bagi Pekerja
Arti Beli di Cirebon yang Sering Kamu Dengar
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Athara Maskot Kota Cirebon
LSP Talenta Gemilang untuk pendaftaran Sertifikasi HR
Sertifikasi Profesi HR Berlisensi BNSP
Kanal Pengaduan Kejadian Bencana
Ciri-ciri Rokok Ilegar