This Cirebon – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cirebon menghentikan sementara kegiatan operasionalnya sejak Senin (8/6/2026). Penghentian layanan tersebut terjadi karena dana operasional yang digunakan untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dicairkan.
Salah satu dapur yang terdampak berada di SPPG Pegambiran 1, Kecamatan Lemahwungkuk. Pengawas Keuangan SPPG Pegambiran 1, Salikun, membenarkan bahwa kegiatan operasional dapur untuk sementara waktu dihentikan hingga waktu yang belum dapat dipastikan.
“Iya betul, memang kita tidak beroperasi mulai hari Senin sekarang sampai waktu yang belum bisa ditentukan karena belum adanya pencairan dana,” kata Salikun, dikutip dari detikcom Senin (8/6/2026).
Menurutnya, keterlambatan pencairan dana tersebut baru pertama kali terjadi sejak dapur SPPG Pegambiran 1 beroperasi. Selama ini, dana operasional selalu dicairkan secara rutin setiap pekan.
“Ini baru pertama di dapur kita, sebelumnya tidak pernah terjadi keterlambatan pencairan dana,” terang dia.
“Mekanisme pencairannya per seminggu sekali, dana dicairkan melalui virtual account kita untuk operasional selama seminggu ke depan,” sambung Salikun.
Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pembelian bahan baku makanan hingga kebutuhan pendukung lainnya.
SPPG Pegambiran 1 saat ini melayani 2.239 penerima manfaat yang terdiri atas siswa TK, SD, SMP, SMA, hingga peserta Posyandu. Dalam operasionalnya, dapur tersebut didukung oleh 49 relawan yang bertugas di berbagai bidang.
“Untuk penerima manfaat di SPPG kita 2.239 mencakup TK, SD, SMP, SMA, dan Posyandu. Untuk total relawan yang ada di SPPG kita 49, dari mulai kepala chef sampai security, termasuk juga kebersihan,” ujar Salikun.
Pihaknya berharap keterlambatan pencairan dana tidak kembali terjadi agar layanan kepada para penerima manfaat dapat berjalan normal.
“Harapan dari kita SPPG ke depannya agar tidak terjadi lagi penundaan atau keterlambatan pencairan dana, sehingga kita tetap bisa beroperasional seperti biasa,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Kejaksan. Koordinator Kecamatan Kejaksan, Igo Prasetia, mengatakan terdapat empat dapur MBG yang menghentikan operasional sejak Senin akibat belum tersalurnya anggaran.
“Untuk di wilayah Kecamatan Kejaksan sendiri itu ada empat dapur yang tidak beroperasional dimulai hari ini, karena telatnya bantuan pemerintah untuk anggaran mendistribusikan MBG,” kata Igo.
Menurutnya, pihak SPPG saat ini hanya dapat menunggu proses pencairan dana. Selama masa penghentian operasional, para relawan diarahkan untuk mengikuti kegiatan internal seperti edukasi gizi dan penataan lingkungan kerja.
“Untuk dari pihak SPPG sekarang itu hanya bisa menunggu. Mungkin pengisian kegiatan selama SPPG libur itu kita diisi dengan edukasi gizi relawan, atau pembersihan-pembersihan ruang lingkup SPPG,” katanya.
Meski demikian, tidak seluruh dapur MBG di Kota Cirebon mengalami kendala serupa. Igo menyebut dapur yang dipimpinnya masih dapat beroperasi karena dana operasional untuk satu minggu ke depan telah tersedia.
“Alhamdulillah kalau di SPPG saya dananya itu turun dengan lancar, jadi untuk satu minggu ini atau satu minggu ke depan juga masih bisa tetap beroperasional,” ujarnya.
Follow Instagram This Cirebon Di SINI!