ThisCirebon —Nama Syarif Muhammad Sajjad belakangan banyak diperbincangkan di kalangan komunitas keamanan siber.Pemuda Asal Sintang Raih Lebih dari $40.000 dari Bug Bounty Internasional, Kalimantan Barat, ini tercatat berhasil mengumpulkan hadiah (bug bounty) lebih dari $40.000 dari berbagai program pelaporan kerentanan yang diselenggarakan sejumlah perusahaan teknologi global.
![]()
Sajjad mulai aktif melakukan riset keamanan siber secara mandiri. Ia mempelajari dokumentasi teknis, mengikuti forum keamanan, dan melakukan pengujian pada platform digital yang memiliki program pelaporan kerentanan resmi. Dari aktivitas tersebut, ia menemukan beberapa celah yang kemudian diakui secara global.
Salah satu temuan pentingnya adalah celah pada peramban Safari milik Apple, yang didaftarkan sebagai CVE-2025-24167. Kerentanan tersebut berkaitan dengan kesalahan identifikasi asal unduhan yang berpotensi mengganggu keamanan pengguna. Menindaklanjuti laporan tersebut, Apple merilis pembaruan pada Safari 18.4, iOS 18.4, iPadOS 18.4, dan macOS Sequoia 15.4.
Selain itu, Sajjad juga melaporkan kerentanan CVE-2025-43240 kepada Apple dan menerima penghargaan sebesar $1.000. Sementara dari temuannya pada Google Chrome dengan kode CVE-2025-12444, ia memperoleh $3.000.
Sajjad juga terlibat dalam program bug bounty TikTok melalui platform HackerOne. Dari hasil laporannya, ia menerima hadiah sebesar $5.000 setelah berhasil mengidentifikasi celah yang berpotensi memengaruhi keamanan pengguna platform tersebut.
Tidak hanya Apple, Google, dan TikTok, Sajjad turut memberikan kontribusi keamanan kepada sejumlah perusahaan teknologi dan penyedia layanan digital lainnya, di antaranya:
SUI Network
AT&T
Fidelity National Information Services (FIS)
Spotify
Crypto.com
Ubiquiti
Opera
IBM
Total keseluruhan bounty yang ia peroleh dari berbagai temuan ini telah melampaui $40.000, sebuah pencapaian yang terbilang besar, terlebih mengingat usianya yang masih duduk di bangku SMA.
Meski begitu, Sajjad menyampaikan bahwa motivasinya tidak semata-mata mengenai penghargaan finansial.
“Yang terpenting itu keamanan pengguna. Kalau ada celah, harus segera diperbaiki,” ujarnya dalam percakapan singkat.
Kisah Sajjad menunjukkan bahwa keterbatasan wilayah bukanlah hambatan untuk berprestasi dalam ekosistem digital global. Dari Sintang, kontribusinya menjangkau platform yang digunakan jutaan orang di berbagai negara.