Thiscrb — Sebuah warung mie ayam dan bakso milik Rofii (50) yang terletak di Jalan Pangeran Syekh Panji, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menjadi sasaran aksi pencurian pada Kamis dini hari (9 Oktober 2025). Aksi pembobolan tersebut diduga berlangsung antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB, saat suasana lingkungan masih sepi dan sebagian besar warga tertidur lelap.
Peristiwa ini baru diketahui oleh sang pemilik pada pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ketika ia hendak membuka lapaknya untuk berjualan seperti biasa. Betapa terkejutnya Rofii ketika mendapati pintu bagian belakang warung dalam kondisi terbuka dan rusak, menandakan telah terjadi upaya masuk secara paksa.
“Saya kaget begitu mau buka jualan, lihat pintu belakang sudah dalam kondisi terbuka. Waktu dicek ke dalam, ternyata beberapa barang sudah hilang,” tutur Rofii dengan wajah sedih saat ditemui di lokasi.
Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa pelaku berhasil menggasak satu unit televisi 20 inci yang biasa digunakan untuk menemani pelanggan makan, serta empat tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang menjadi perlengkapan utama usaha kuliner tersebut.
Meskipun total kerugian belum dihitung secara pasti, Rofii memperkirakan nilainya mencapai jutaan rupiah, jumlah yang sangat berarti bagi pedagang kecil seperti dirinya.
“Kerugian mungkin enggak besar buat orang lain, tapi buat saya cukup berat. Apalagi gas itu buat masak, jadi saya harus beli lagi,” ujarnya lirih.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga masuk melalui pintu belakang yang berada di area sempit dan agak tertutup, sehingga sulit terpantau warga sekitar. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang karena ukuran tabung gas dan televisi yang cukup berat untuk dibawa sendirian.
Salah satu warga setempat, Ujang (42), mengaku sempat mendengar suara mencurigakan pada dini hari namun tidak menaruh curiga.
“Saya pikir cuma suara kucing atau motor lewat, ternyata paginya warung Pak Rofii dibobol. Di kampung sini memang belakangan agak rawan,” ujarnya.
Usai menyadari kejadian tersebut, Rofii segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Desa Kalikoa untuk ditindaklanjuti ke pihak kepolisian. Aparat desa bersama warga kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi guna mencari jejak pelaku, termasuk kemungkinan adanya rekaman CCTV dari rumah atau toko terdekat.
Kepala Dusun setempat menyampaikan bahwa kejadian pencurian serupa juga pernah terjadi beberapa kali di wilayah Kalikoa dalam beberapa bulan terakhir. Karena itu, pihak desa akan meningkatkan patroli malam dan mendorong warga untuk memasang kamera pengawas di lingkungan masing-masing.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar patroli diperketat. Semoga pelaku cepat tertangkap dan tidak ada lagi kejadian serupa,” ujar Bhabinkamtibmas setempat.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan pencurian di wilayah Kabupaten Cirebon, terutama di kawasan padat penduduk dengan aktivitas ekonomi kecil menengah. Banyak pedagang kecil kini merasa waswas meninggalkan warung mereka pada malam hari.
Rofii sendiri berharap agar kejadian ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha lain untuk lebih waspada dan memperketat keamanan warungnya.
“Saya cuma bisa pasrah, tapi juga berharap pihak berwenang bisa bantu. Jangan sampai yang kecil-kecil kayak kami terus jadi korban,” pungkasnya dengan nada harap.