Diduga Ada Grup LGBT di Kuningan Jadi Sorotan, Di Cirebon Juga Ada?

Grup Diduga LGBT di Kuningan dan Cirebon
Comming Soon

Belakangan ini, netizen digegerkan dengan keberadaan sebuah grup diduga LGBT di Kuningan pada platform Facebook bernama “Gay Cibingbin, Cibeureum, Cimara, Calingcing, Sampay, Cileya, Cikadu, Ful Luragung”.

Grup diduga LGBT di Kuningan bukan grup tertutup, melainkan bersifat publik dan berisi sekitar 2.300 anggota aktif. Yang bikin masyarakat geleng-geleng? Percakapan di dalam grup ini cukup mengejutkan, dengan isi diskusi yang bernuansa personal hingga sangat intim.

Dikutip dari Kuninganmass pada Senin, 28 Juli 2025, menunjukkan terdapat aktivitas grup diduga LGBT di Kuningan ini masih aktif.

Bahkan, postingan terakhir muncul hanya berselang satu jam dari waktu pemantauan. Ini menunjukkan bahwa komunitas tersebut benar-benar eksis dan hidup.

Yang bikin lebih mengkhawatirkan adalah tidak ada batasan khusus untuk mengakses isi grup. Siapa pun bisa langsung lihat komentar atau postingan tanpa harus jadi anggota dulu. 

Instagram This Cirebon 33 Ribu Pengikut
Instagram This Cirebon 33 Ribu Pengikut

Ini jelas membuka ruang diskusi yang awalnya bersifat privat menjadi sangat terbuka.

Banyak warganet menilai hal ini sebagai pergeseran budaya digital. Dulu, topik-topik sensitif seperti ini dibicarakan di ruang privat. 

Sekarang? Terang-terangan di ruang publik maya. Tak sedikit pula yang menyayangkan kurangnya filter atau moderasi, mengingat banyak kontennya bernuansa dewasa dan bisa diakses siapa saja termasuk anak-anak.

Ternyata Grup Serupa Juga Ditemukan di Cirebon

Screenshot Grup diduga LGBT di Cirebon (kebanyakan sudah tidak aktif)
Screenshot Grup diduga LGBT di Cirebon (kebanyakan sudah tidak aktif)

Jika kamu kira fenomena ini cuma terjadi di Kuningan, eits… tunggu dulu. Setelah dilakukan pencarian dengan kata kunci “Gay Cirebon” di Facebook, hasilnya mencengangkan. Ada beberapa grup terbuka dengan nama yang sangat jelas mengarah ke komunitas LGBT lokal, seperti:

Beberapa grup ini bahkan masih aktif dengan puluhan komentar dan unggahan harian. Dalam salah satu grup, ada postingan yang menggunakan bahasa sangat vulgar, lengkap dengan komentar bernuansa seksual yang terbuka untuk publik.

Contohnya, salah satu akun memposting kalimat tak pantas, “Ngac*ng bae jaluk di emut,” yang direspon dengan komentar-komentar semacam “Gas!” dan “Mantap,” menunjukkan konten yang eksplisit tanpa sensor.

Fenomena ini membuka perdebatan yang lebih luas: Apakah kita sudah terlalu terbiasa dengan keterbukaan media sosial hingga melupakan batas etika?

Di satu sisi, media sosial memang menawarkan kebebasan berekspresi. Namun di sisi lain, konten vulgar, dewasa, dan tidak tersaring bisa mengganggu kenyamanan publik, terutama anak-anak dan remaja yang mengakses internet tanpa pengawasan.

Beberapa pihak menyuarakan pentingnya:

Implikasi Hukum dan Etika Publik

Perlu diingat, Indonesia memiliki aturan hukum terkait kesusilaan di ranah digital, termasuk UU ITE. Aktivitas digital yang dinilai melanggar etika dan moral publik bisa berujung pada laporan atau tindakan hukum.

Bagi para pengelola grup semacam ini, penting untuk memahami bahwa ruang digital bukanlah ruang bebas tanpa batas. Segala yang dipublikasikan bisa berdampak hukum dan sosial, terlebih jika kontennya dinilai tidak layak konsumsi publik.

Keberadaan grup diduga LGBT di Kuningan dan grup serupa di Cirebon menyoroti pentingnya pengawasan konten dan edukasi digital. Media sosial adalah tempat berekspresi, tapi tetap harus dibarengi kesadaran etika dan tanggung jawab.

Kalau kamu orang tua, pendidik, atau sekadar netizen peduli, yuk mulai awasi konten digital di sekitar kita.

Jangan sampai anak-anak terpapar konten tak layak hanya karena platform sosial dibiarkan terbuka tanpa pengawasan.

Comming Soon
You might also like
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Selatan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Selatan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Siswa SMK Temukan Celah Sistem Registrasi Domain .ID (PANDI)

Siswa SMK Temukan Celah Sistem Registrasi Domain .ID (PANDI)

Muhammad Wishal, Pemuda Subang Penemu Celah Keamanan NASA, Departemen Pertahanan AS, hingga KPK

Muhammad Wishal, Pemuda Subang Penemu Celah Keamanan NASA, Departemen Pertahanan AS, hingga KPK

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Berasal dari Meteor yang Melintas di Langit Jawa

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Berasal dari Meteor yang Melintas di Langit Jawa

Perempuan Cirebon Diduga Disekap dan Disiram Air Keras oleh Oknum Polisi

Perempuan Cirebon Diduga Disekap dan Disiram Air Keras oleh Oknum Polisi

Diduga Main Judi Bola, Anak Menkeu Purbaya Dikecam Publik

Diduga Main Judi Bola, Anak Menkeu Purbaya Dikecam Publik

Artikel Popular
Profil dan Biodata April DA7, Peserta D’Academy 7 Termuda Asal Cirebon
Pantau Lalu Lintas Real Time di CCTV ATCS Cirebon
Apa Arti “Beli” di Cirebon?
UMR Cirebon 2025 Resmi Naik! Ini Besarannya dan Dampaknya bagi Pekerja
Arti Beli di Cirebon yang Sering Kamu Dengar
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Athara Maskot Kota Cirebon
LSP Talenta Gemilang untuk pendaftaran Sertifikasi HR
Sertifikasi Profesi HR Berlisensi BNSP
Kanal Pengaduan Kejadian Bencana
Ciri-ciri Rokok Ilegar