Panembahan Giriloyo, Raja Terakhir Cirebon yang Dimakamkan di Bantul

Comming Soon

This Cirebon — Sejarah kerajaan di Pulau Jawa menyimpan banyak kisah unik, salah satunya tentang Panembahan Giriloyo, raja terakhir Kerajaan Cirebon yang justru dimakamkan jauh dari pusat kekuasaannya. Makam sang raja berada di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan hingga kini menjadi situs sejarah yang menarik perhatian peziarah maupun peneliti.

Panembahan Giriloyo naik takhta Kerajaan Cirebon pada 1649, menggantikan kakeknya, Panembahan Ratu I. Ia juga dikenal dengan nama Raden Rasmi dan bergelar Panembahan Ratu II. Pada masa pemerintahannya, Cirebon berada dalam situasi politik yang rumit akibat kuatnya pengaruh Kerajaan Mataram Islam.

Kerajaan Cirebon sendiri berdiri sebagai kerajaan Islam setelah sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Pajajaran. Sejak masa Sunan Gunung Jati, Cirebon berkembang menjadi pusat penyebaran Islam dan perdagangan penting di pesisir utara Jawa.

Namun, masa pemerintahan Panembahan Giriloyo diwarnai tekanan politik. Ia memiliki hubungan keluarga dengan Amangkurat I, Raja Mataram Islam. Dalam perkembangannya, Panembahan Giriloyo diminta menjadi penengah hubungan antara Mataram dan Banten. Misi tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan justru menimbulkan kecurigaan dari pihak Mataram.

Panembahan Giriloyo kemudian dipanggil ke wilayah Mataram dengan alasan kehormatan kerajaan. Setelah tiba, ia bersama kedua putranya tidak diizinkan kembali ke Cirebon dan hidup sebagai tahanan politik. Sejak saat itu, kekuasaan Cirebon secara perlahan berada di bawah kendali Mataram, menandai berakhirnya kedaulatan penuh kerajaan tersebut.

Panembahan Giriloyo wafat pada 1667. Jenazahnya dimakamkan di Kompleks Makam Giriloyo, yang terletak di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul. Di kompleks pemakaman tersebut juga terdapat makam tokoh-tokoh penting lainnya dari kalangan bangsawan dan ulama.

Keberadaan makam raja terakhir Cirebon di Bantul menjadi bukti nyata dinamika politik kerajaan Jawa pada masa lalu. Meski kekuasaannya berakhir secara tragis, Panembahan Giriloyo tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah Cirebon dan perjalanan Islam di Nusantara.

Comming Soon
You might also like
Solusi Cari Kado Mewah Tapi Ramah di Kantong Hanya di Bucket Cirebon by Dinda

Solusi Cari Kado Mewah Tapi Ramah di Kantong Hanya di Bucket Cirebon by Dinda

Harga Cabai di Cirebon Turun, Cabai Rawit Merah Kini Rp61 Ribu per Kilogram

Harga Cabai di Cirebon Turun, Cabai Rawit Merah Kini Rp61 Ribu per Kilogram

Harjamukti Jadi Kecamatan dengan Penduduk Terbanyak di Kota Cirebon, Capai 132 Ribu Jiwa

Harjamukti Jadi Kecamatan dengan Penduduk Terbanyak di Kota Cirebon, Capai 132 Ribu Jiwa

10 Wilayah Terpanas di Jawa Barat, Cirebon Masuk Daftar dengan Ketinggian Terendah

10 Wilayah Terpanas di Jawa Barat, Cirebon Masuk Daftar dengan Ketinggian Terendah

Pesona Allika Al-Arsyahbani, Eks Duta Humas Polres Sumedang dan Fans Liverpool

Pesona Allika Al-Arsyahbani, Eks Duta Humas Polres Sumedang dan Fans Liverpool

Arti When Ya Bahasa Gaul, Kenapa Sering Dipakai di Media Sosial?

Arti When Ya Bahasa Gaul, Kenapa Sering Dipakai di Media Sosial?

Artikel Popular
Profil dan Biodata April DA7, Peserta D’Academy 7 Termuda Asal Cirebon
Pantau Lalu Lintas Real Time di CCTV ATCS Cirebon
Apa Arti “Beli” di Cirebon?
UMR Cirebon 2025 Resmi Naik! Ini Besarannya dan Dampaknya bagi Pekerja
Arti Beli di Cirebon yang Sering Kamu Dengar
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Athara Maskot Kota Cirebon
LSP Talenta Gemilang untuk pendaftaran Sertifikasi HR
Sertifikasi Profesi HR Berlisensi BNSP
Kanal Pengaduan Kejadian Bencana
Ciri-ciri Rokok Ilegar