Pasar Darurat Jungjang Cirebon Dibongkar, Lapak-lapak Pedagang Diratakan Alat Berat

Pasar Darurat Jungjang Cirebon Dibongkar, Lapak-lapak Pedagang Diratakan Alat Berat
Comming Soon

ThisCirebon – Suasana pagi di Jalan Ki Hajar Dewantara, Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mendadak riuh oleh suara mesin alat berat pada Senin (15/9/2025).

Sejak pukul 07.00 WIB, lapak-lapak pedagang yang selama bertahun-tahun berdiri di atas badan jalan sebagai Pasar Darurat Jungjang Cirebon mulai dibongkar.

Dua unit alat berat diturunkan untuk merobohkan bangunan semi permanen berbahan baja ringan tersebut. Material sisa pembongkaran langsung berserakan di sepanjang jalan, sempat menimbulkan hambatan arus lalu lintas.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, puluhan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI-Polri, serta Dinas Perhubungan berjaga di berbagai titik.

Hingga siang hari, proses pembongkaran berlangsung lancar tanpa penolakan berarti dari pedagang. Material bangunan yang sudah diratakan kemudian diangkut menggunakan truk, sehingga Jalan Ki Hajar Dewantara kembali bersih dari keberadaan lapak-lapak pedagang pasar darurat.

Instagram This Cirebon 35 Ribu Pengikut
Instagram This Cirebon 35 Ribu Pengikut

Plt Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Cirebon, Wisma Wijaya, menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan setelah adanya laporan resmi dari dinas terkait serta pemerintah desa.

“Kegiatan ini menindaklanjuti aduan dari Dinas PUTR terkait kontrak sewa yang sudah habis. Selain itu juga ada laporan dari Kuwu Jungjang sebagai penanggung jawab di wilayah. Kami sebagai penegak Perda merespons aduan tersebut sesuai SOP,” ujar Wisma di lokasi pembongkaran, Senin (15/9/2025).

Ia menambahkan, langkah tersebut memiliki dasar hukum yang jelas.
“Kami laksanakan sesuai Perda Kabupaten Cirebon Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Perda Nomor 11 Tahun 2012 Serie A6 tentang Garis Badan Jalan,” ucapnya.

Sebelum melakukan pembongkaran, pihak Satpol PP lebih dulu menggelar rapat koordinasi dengan lintas instansi serta memberikan sosialisasi kepada pedagang terkait rencana tersebut.

“Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Kami apresiasi dukungan warga Jungjang dan masyarakat Kabupaten Cirebon. Semuanya kondusif sesuai rencana,” lanjut Wisma.

Dengan dibongkarnya Pasar Darurat Jungjang Cirebon, akses jalan kini kembali lega. Tidak ada lagi deretan lapak-lapak pedagang yang sebelumnya memenuhi badan jalan dan mengganggu mobilitas warga.

Relokasi Pedagang ke Pasar Baru

Sebelumnya, pada Agustus 2025, Bupati Cirebon, Imron, bersama Forkopimda sudah turun langsung melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana pembongkaran.

Saat itu, sempat terjadi aksi penolakan dari sebagian pedagang. Awalnya pertemuan berlangsung kondusif, namun berujung pada dialog alot karena pedagang tidak setuju jika lapak-lapak pedagang mereka kembali dipindahkan.

Dalam pertemuan itu, Imron menegaskan relokasi dilakukan demi kepentingan bersama.
“Kedatangan saya bersama Forkopimda untuk meninjau Pasar Desa Jungjang yang berdiri di atas Jalan Ki Hajar Dewantara. Berdasarkan surat edaran PUTR, hari ini merupakan hari terakhir pedagang menempati lokasi pasar darurat ini,” ujar Imron.

Ia menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan lokasi pengganti yang lebih tertata di atas lahan milik Polri.
“Kami sudah sediakan pasar darurat baru yang lebih tertata di atas lahan milik Polri. Relokasi ini untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Meski demikian, sebagian pedagang tetap menyuarakan keberatan. Mereka meminta pemerintah membangun pasar permanen agar tidak terus berpindah. Salah satu pedagang, H. Nani, mengungkapkan keresahannya.

“Kalau pindah ke pasar darurat lagi, nanti kalau pembelinya sepi, kami susah menebus kios. Harapan kami pasar permanen segera dibangun, biar tidak pindah-pindah terus,” ujar Nani.

Dialog itu memang berlangsung panjang, tetapi pada akhirnya pemerintah memastikan bahwa relokasi lapak-lapak pedagang tetap berjalan sesuai jadwal.

Kini, setelah Pasar Darurat Jungjang Cirebon dibongkar, masyarakat bisa kembali memanfaatkan jalan utama tersebut tanpa hambatan, sementara pedagang dipindahkan ke lokasi yang dianggap lebih aman dan tertata.

Saluran WhatsApp This Cirebon
Saluran WhatsApp This Cirebon

Comming Soon
You might also like
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Selatan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Selatan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Siswa SMK Temukan Celah Sistem Registrasi Domain .ID (PANDI)

Siswa SMK Temukan Celah Sistem Registrasi Domain .ID (PANDI)

Muhammad Wishal, Pemuda Subang Penemu Celah Keamanan NASA, Departemen Pertahanan AS, hingga KPK

Muhammad Wishal, Pemuda Subang Penemu Celah Keamanan NASA, Departemen Pertahanan AS, hingga KPK

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Berasal dari Meteor yang Melintas di Langit Jawa

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Berasal dari Meteor yang Melintas di Langit Jawa

Perempuan Cirebon Diduga Disekap dan Disiram Air Keras oleh Oknum Polisi

Perempuan Cirebon Diduga Disekap dan Disiram Air Keras oleh Oknum Polisi

Diduga Main Judi Bola, Anak Menkeu Purbaya Dikecam Publik

Diduga Main Judi Bola, Anak Menkeu Purbaya Dikecam Publik

Artikel Popular
Profil dan Biodata April DA7, Peserta D’Academy 7 Termuda Asal Cirebon
Pantau Lalu Lintas Real Time di CCTV ATCS Cirebon
Apa Arti “Beli” di Cirebon?
UMR Cirebon 2025 Resmi Naik! Ini Besarannya dan Dampaknya bagi Pekerja
Arti Beli di Cirebon yang Sering Kamu Dengar
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Polres Cirebon Kota Luncurkan Layanan Aduan untuk Korban Penarikan Paksa Kendaraan oleh Debt Collector
Athara Maskot Kota Cirebon
LSP Talenta Gemilang untuk pendaftaran Sertifikasi HR
Sertifikasi Profesi HR Berlisensi BNSP
Kanal Pengaduan Kejadian Bencana
Ciri-ciri Rokok Ilegar