ThisCirebon – Program Riset Mahasiswa (PRISMA) menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dengan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga dituntut mampu membaca dan menganalisis kondisi nyata di lapangan. Salah satu pelaksanaan PRISMA dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Siber Cerdika Internasional di Desa Sukasari, Kabupaten Kuningan, yang dimulai sejak 21 Desember 2025.
Kegiatan PRISMA di Desa Sukasari dirancang sebagai riset lapangan yang menyeluruh dengan menitikberatkan pada tiga sektor utama, yakni UMKM desa, literasi digital dan digitalisasi desa, serta administrasi dan pelayanan desa.
Ketiga bidang tersebut dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan desa serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan PRISMA adalah sektor UMKM desa. Di Desa Sukasari, mahasiswa melakukan riset langsung terhadap pelaku usaha tape ketan, produk khas yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Melalui wawancara dan observasi lapangan, mahasiswa menggali informasi terkait proses produksi, pola pemasaran, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses pembuatan tape ketan masih dilakukan secara tradisional, mencerminkan kuatnya nilai budaya dan kearifan lokal.
Namun, riset juga menemukan adanya kendala dalam pengembangan usaha, terutama pada aspek promosi dan perluasan pasar. Temuan ini menjadi data awal yang penting untuk melihat peluang penguatan UMKM desa ke depan.
Selain sektor ekonomi, PRISMA juga mengkaji tingkat literasi digital dan proses digitalisasi desa. Perkembangan teknologi menuntut desa untuk mampu beradaptasi, baik dalam penyampaian informasi maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap pemahaman masyarakat dalam menggunakan teknologi digital.
Riset mencakup cara masyarakat memanfaatkan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan media sosial, aplikasi komunikasi, serta akses informasi.
Mahasiswa juga menelaah pemanfaatan media digital oleh pemerintah desa dalam menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan warga.
Dari hasil pengamatan, digitalisasi desa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun demikian, peningkatan literasi digital masih dibutuhkan agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Bidang ketiga yang menjadi fokus PRISMA adalah administrasi dan pelayanan desa. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap proses administrasi di kantor desa serta mewawancarai perangkat desa untuk memahami sistem pelayanan publik yang berjalan.
Riset ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelayanan, alur administrasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran tata kelola desa berdasarkan kondisi faktual di lapangan, tidak semata-mata dari dokumen administratif.
Kajian di bidang ini diharapkan dapat memberikan masukan awal terkait peluang peningkatan kualitas pelayanan desa agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan PRISMA di Desa Sukasari dilaksanakan dengan pendekatan riset lapangan yang berbasis pada kondisi riil desa.
Mahasiswa tidak hanya mengandalkan data sekunder, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat dan perangkat desa sebagai sumber data utama.
Pendekatan partisipatif ini memungkinkan mahasiswa memperoleh data yang lebih akurat sekaligus memahami konteks sosial yang melatarbelakangi setiap temuan penelitian. Selain itu, pola interaksi ini turut membangun hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Pelaksanaan PRISMA memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa, khususnya dalam mengasah kemampuan riset, analisis data, serta keterampilan komunikasi dengan masyarakat.
Pengalaman lapangan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia akademik maupun profesional.
Sementara itu, bagi Desa Sukasari, kehadiran mahasiswa melalui program PRISMA diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang baru terhadap kondisi desa dari berbagai aspek.
Data dan temuan awal hasil riset mahasiswa dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan desa di masa mendatang.
Program Riset Mahasiswa (PRISMA) yang dijalankan oleh mahasiswa Politeknik Siber Cerdika Internasional di Desa Sukasari, Kabupaten Kuningan, menjadi contoh nyata penerapan riset berbasis masyarakat.
Dengan fokus pada sektor UMKM desa, literasi digital dan digitalisasi desa, serta administrasi dan pelayanan desa, PRISMA tidak hanya memberikan pengalaman akademik bagi mahasiswa, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi desa.
Ke depan, hasil riset ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan desa yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Follow WhatsApp Channel thiscrb.com untuk update berita terbaru setiap hari (KLIK DISINI).