This Cirebon – Menunggu azan Magrib atau ngabuburit telah menjadi tradisi yang melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia selama Ramadan. Di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sejumlah ruang publik hingga kawasan kuliner rutin dipadati warga pada sore hari menjelang berbuka puasa.
Mulai dari area bernuansa alam, alun-alun bersejarah, hingga sentra jajanan, setiap lokasi menawarkan suasana berbeda untuk mengisi waktu. Berikut beberapa rekomendasi tempat ngabuburit di Cirebon yang menarik untuk dikunjungi:
Bagi warga yang menginginkan suasana tenang dengan panorama alam, Danau Setu Patok di Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, menjadi alternatif. Lokasinya berjarak sekitar 23 menit dari Terminal Harjamukti.
Di kawasan ini, pengunjung biasanya menikmati semilir angin di tepi danau atau memancing. Daya tarik visual danau ini terletak pada keberadaan bukit kecil di bagian tengah yang mempercantik lanskap. Biaya masuk relatif terjangkau, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir sekitar Rp2.000.
Alun-alun Sangkala Buana di Kecamatan Lemahwungkuk menjadi salah satu titik favorit warga. Letaknya strategis karena berdekatan dengan Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang sarat nilai sejarah.
Selama Ramadan, area ini ramai oleh warga yang berolahraga ringan, bermain bersama keluarga, atau bersantai menikmati suasana sore. Beragam pedagang takjil juga hadir, menawarkan pilihan menu berbuka seperti gorengan, es campur, hingga mendoan.
Hutan Kota Sumber di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Sumber, menawarkan atmosfer rindang dan sejuk. Ruang terbuka hijau ini kerap dipilih warga yang ingin ngabuburit jauh dari kebisingan.
Pepohonan besar menciptakan udara yang lebih segar. Di dalam area tersedia danau buatan kecil serta wahana kendaraan mini untuk anak-anak. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk karena kawasan ini merupakan fasilitas umum. Saat Ramadan, pedagang takjil turut meramaikan area sekitar.
Alun-alun Kejaksan kini dikenal sebagai ikon baru Kota Cirebon setelah direvitalisasi. Desainnya menonjolkan karakter arsitektur lokal melalui gapura dan susunan bata merah.
Lokasi ini selalu dipadati warga menjelang berbuka, terlebih posisinya berdampingan dengan Masjid Raya At-Taqwa. Kedekatan tersebut memudahkan warga menunaikan salat Magrib setelah berbuka puasa. Area ini juga dilengkapi fasilitas bermain anak dan ruang duduk santai.
Selama Ramadan, Jalan Siliwangi dimanfaatkan sebagai pusat kuliner temporer. Pemerintah Kota Cirebon memberikan ruang bagi pedagang takjil dan pegiat kopi untuk membuka lapak.
Menjelang Magrib, kawasan ini ramai oleh warga yang berburu menu berbuka. Pada malam hari, lapak kopi mulai mendominasi dan menjadi tempat berkumpul selepas salat Tarawih. Aktivitas ini bersifat sementara dengan tetap memperhatikan kebersihan dan ketertiban kota.
Jalan Moh Toha di Kecamatan Kejaksan dikenal sebagai sentra street food di Kota Cirebon. Kawasan ini merupakan lokasi resmi relokasi pedagang kaki lima sejak 2021.
Menjelang sore hingga malam, deretan pedagang menawarkan beragam pilihan kuliner, mulai dari bakso ikan, sate aci, bakso goreng, kue cubit, pukis, roti bakar, cilor, seblak, dimsum, pecel ayam, hingga nasi jamblang. Mayoritas pedagang mulai beroperasi pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Tingginya aktivitas warga menjelang berbuka membuat arus lalu lintas di kawasan ini kerap tersendat pada jam sibuk.
Setiap lokasi ngabuburit di Cirebon memiliki karakter tersendiri. Danau Setu Patok menawarkan ketenangan alam, Hutan Kota Sumber menghadirkan kesejukan, sementara alun-alun menjadi ruang interaksi keluarga. Bagi pencinta kuliner, Jalan Siliwangi dan Jalan Moh Toha tetap menjadi magnet utama.
Dengan banyaknya pilihan tempat ngabuburit, masyarakat dapat menyesuaikan destinasi sesuai kebutuhan dan kenyamanan sambil menunggu waktu berbuka puasa.
