Cirebon dikenal sebagai kota budaya sekaligus kota religi. Perpaduan tradisi Jawa, Sunda, Arab, dan Tionghoa terlihat jelas pada peninggalan sejarahnya, terutama di bidang keagamaan. Tak heran kalau kota ini juga menjadi salah satu destinasi populer untuk wisata religi.
Dari ziarah ke makam wali hingga mengunjungi masjid bersejarah, perjalanan religi di Cirebon bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat spiritualitas.
Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa Barat. Makamnya terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati.
Setiap harinya, ribuan peziarah datang untuk berdoa dan mencari keberkahan.
Kompleks makamnya unik karena memadukan unsur arsitektur Jawa, Arab, dan Tionghoa.
Masjid ini berdiri sejak abad ke-15 dan dibangun oleh Sunan Gunung Jati bersama para Wali Songo. Lokasinya berada di alun-alun Keraton Kasepuhan.
Memiliki pintu masuk rendah, melambangkan sikap rendah hati.
Atapnya bertingkat tiga tanpa kubah, khas arsitektur masjid kuno Jawa.
Syekh Datuk Kahfi dikenal sebagai guru dari Sunan Gunung Jati. Makamnya berada di Desa Astana Gunung Jati. Tempat ini menjadi tujuan ziarah bagi yang ingin mengenang jasa beliau dalam menyebarkan Islam di Cirebon.
Masjid bersejarah ini dibangun oleh keturunan Arab pada abad ke-15. Disebut “Masjid Merah” karena dindingnya terbuat dari bata merah tanpa plester.
Lokasi: Jalan Panjunan, dekat pusat kota Cirebon.
Sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus wisata religi.
Masjid ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati sebagai pusat dakwah Islam. Di sekitarnya terdapat sumur tua yang dipercaya memiliki sejarah panjang. Suasananya tenang dan cocok untuk berziarah sekaligus beribadah.
Wisata Religi Cirebon menawarkan pengalaman spiritual sekaligus budaya. Ziarah ke makam para wali dan berkunjung ke masjid bersejarah bisa jadi perjalanan berkesan yang memperkaya jiwa. Jadi, kalau kamu berlibur ke Cirebon, sempatkan untuk menyusuri jejak sejarah Islam yang masih terjaga hingga kini.