This Cirebon — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh tindakan kontroversial dari kalangan keluarga pejabat publik. Kali ini, aksi anak dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menuai kecaman luas dari masyarakat setelah diduga secara terang-terangan memamerkan aktivitas taruhan judi bola di platform Polymarket.
Tangkapan layar yang beredar di platform digital memperlihatkan figur pemuda yang diduga anak Menkeu tengah menunjukkan grafik kemenangan taruhannya dengan takarir (caption), “Eh buset dah wkwkwk menang banyak nih,”. Unggahan ini seketika viral dan memicu gelombang kritik tajam karena dinilai tidak sensitif dan mencoreng standar keteladanan keluarga pejabat negara.
Tindakan memamerkan kemenangan di platform tersebut dinilai publik sangat ironis. Pasalnya, situs Polymarket telah resmi masuk dalam daftar situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) karena memfasilitasi aktivitas perjudian dan prediksi berbasis taruhan.
Langkah mengakses situs yang diblokir pemerintah tersebut, terlebih oleh anggota keluarga dekat seorang menteri, dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Publik menyayangkan sikap ceroboh ini lantaran dinilai melanggar aturan lintas kementerian serta bertolak belakang dengan komitmen pemerintah yang sedang gencar memerangi judi online.
Secara hukum, aktivitas bertaruh secara digital dan mendistribusikannya ke media sosial tidak dapat dianggap remeh. Tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum positif yang berlaku di Indonesia dengan ancaman pidana berlapis, antara lain:
Pasal 303 KUHP: Mengatur tentang tindak pidana perjudian dengan sanksi kurungan penjara.
Pasal 27 ayat (2) UU ITE: Mengatur larangan keras bagi setiap orang untuk mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya konten perjudian secara elektronik.
Para pengamat hukum menilai bahwa aparat penegak hukum perlu bertindak adil tanpa memandang status sosial pelaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum perihal judi online.
Hingga artikel ini dimuat, unggahan mengenai dugaan kasus taruhan ini terus memicu interaksi digital yang masif. Berdasarkan data dari salah satu akun informasi publik @vocazine, unggahan terkait isu ini telah mengumpulkan lebih dari 7.100 tanda suka (likes) dan dibanjiri oleh ratusan komentar dari warganet yang menyuarakan kekecewaan mereka.
Hampir sebagian besar komentar menyayangkan sikap hedonisme dan pamer aktivitas ilegal yang dipertontonkan oleh anak seorang menteri.
Sampai saat ini, pihak Kementerian Keuangan maupun Menteri Keuangan Purbaya beserta keluarga belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi mengenai kebenaran identitas dan dugaan aktivitas taruhan yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.